Selasa, 16 Jun 2026 05:49 WIB

Pelajar SMP di Surabaya ini Sulap Plastik Bekas Jadi Bahan Bakar

Farida Mayang Sari (14) dan Nadia Ayu Eka Putri (15), dua pelajar SMP Negeri 44 Surabaya
Farida Mayang Sari (14) dan Nadia Ayu Eka Putri (15), dua pelajar SMP Negeri 44 Surabaya

jatimnow.com - Farida Mayang Sari (14) dan Nadia Ayu Eka Putri (15), dua pelajar SMP Negeri 44 Surabaya berhasil menyulap limbah plastik bekas bungkus makanan menjadi benzena, bahan bakar pengganti minyak tanah dan spirtus.

Inovasi luar biasa yang dilakukan Farida dan Nadia itu dilatarbelakangi persoalan limbah plastik sisa bungkus makanan, yang menumpuk di area sekolahnya dan menimbulkan polusi lingkungan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Dengan tujuan untuk mengurangi limbah plastik yang sulit terurai sendiri, saya tergerak untuk membaca buku-buku karya ilmiah pemanfaatan plastik. Ternyata bisa digunakan sebagai bahan bakar dan akhirnya saya kumpulkan plastik-plastik yang berwana putih itu," tutur Farida, Rabu (17/10/2018).

Ia pun menjelaskan langkah-langkah pembuatan benzena dari plastik. Pertama, mengumpulkan dan membersihkan plastik dengan cara dicuci terlebih dahulu. Setelah itu dijemur hingga kering dan dipotong kecil-kecil serta dibakar dengan metode destilasi.

Destilasi atau penyulingan merupakan suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan.

"Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan untuk diambil uapnya, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Setelah itu mendapatkan cairan bening benzena," terang Farida.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ia menjelaskan cairan benzena itu mudah terbakar dan tahan lama layaknya bahan bakar. Kenapa demikian? Dikatakan Farida, benzena itu mengandung 2 bahan aktif seperti hidrokarbon 52, 28 persen dan alkohol 6, 11 persen.

"Kandungan benzena ini kita buat di balai penelitian dan konsultasi industri, setelah itu kita ujikan pada lampu teplok atau lampu gas dengan takaran 25 �nzena dicampurkan minyak tanah dan spirtus. Ternyata yang lebih lama habis maupun tanpa asap adalah yang dicampurkan benzena dari limbah plastik," paparnya.

Nadia menambahkan, penelitian pada bidang invironmental science itu berhasil menjadi finalis Surabaya Young Scientist Competition 2018 atau yang disebut peneliti belia, yang dihelat Dinas Pendidikan Kota (Dispendik) Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Alhamdulillah kemarin kita masuk sebagai finalis, tapi belum menjadi juara. Tapi paling tidak kita sudah mengetahui seberapa potensinya limbah plastik yang ada disekitar kita bisa dirubah menjadi bahan bakar," pungkasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.