Senin, 15 Jun 2026 03:57 WIB

50 Persen Pasar Tradisional di Trenggalek Perlu Revitalisasi

  • Penulis :
  • | Jumat, 14 Nov 2025 11:00 WIB
Foto: Kondisi salah satu pasar tradisional di Trenggalek yang butuh revitalisasi. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Kondisi salah satu pasar tradisional di Trenggalek yang butuh revitalisasi. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomindag) Trenggalek mencatat belasan pasar tradisional yang memerlukan revitalisasi. Namun, upaya revitalisasi sulit direalisasikan karena tidak ada alokasi anggaran pemerintah.

Kepala Diskomindag Trenggalek, Saniran mengatakan biasanya pasar-pasar yang memerlukan revitalisasi akan diusulkan Diskomindag Trenggalek kepada pemerintah pusat. Mengingat, pemerintah daerah tidak memiliki anggaran untuk program revitalisasi pasar.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Kami usulkan ke pemerintah pusat, dengan harapan bisa mendapatkan bantuan dari DAK. Tapi dari dua tahun lalu kami tidak pernah menerima DAK revitalisasi pasar," ujarnya, Jumat (14/11/2025).

Padahal dari total 23 pasar tradisional di Trenggalek, lebih dari 50 persen perlu revitalisasi. Mengingat beberapa kondisi pasar memerlukan perbaikan cukup besar.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Seperti Pasar Dongko, Pasar Sebo, Pasar Tugu, Pasar Karangan dan Pasar Bendo itu perlu revitalisasi cukup banyak," tuturnya.

Saniran menjelaskan, pada tahun 2026 Diskomindag Trenggalek akan tetap berupaya mengusulkan revitalisasi melalui DAK pemerintah pusat.
"Kalau melalui DAK itu berbasis pasar tematik. Sedangkan di Trenggalek belum ada pasar tematik. Tapi kami akan mencoba terus mengusulkan," paparnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Disinggung terkait penanganan sementara, Saniran mengungkapkan, perbaikan pasar bisa dilakukan skala kecil menggunakan anggaran dari retribusi.

"Dari retribusi, kami anggarkan untuk perbaikan pasar. Seperti perbaikan talang, penyediaan tempat sampah dan sebagainya," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.