Minggu, 21 Jun 2026 11:24 WIB

Jaga Ekosistem, Pertamina Patra Niaga Tanam 1.000 Pohon di Hulu Sungai Brantas

  • Penulis :
  • | Senin, 10 Nov 2025 14:31 WIB
Foto: Pertamina tanam simbolis pohon di hulu Sungai Brantas, Kota Batu bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Batu (Public Relation Pertamina/ istimewa)
Foto: Pertamina tanam simbolis pohon di hulu Sungai Brantas, Kota Batu bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Batu (Public Relation Pertamina/ istimewa)

jatimnow.com-Pertamina Patra Niaga mendukung kebijakan pemerintah untuk menurunkan emisi karbon dengan menghadirkan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan Pertamax Green. BBM jenis ini diklaim ramah lingkungan karena memiliki kandungan nabati tetes tebu atau molase.

Tak hanya itu, untuk mendukung program pelestarian lingkungan, Pertamina memberikan satu pohon untuk pembeli BBM Pertamax Green berukuran 10 liter di setiap SPBU. Dari program ini total ada sebanyak 1.000 pohon yang terkumpul untuk ditanam di hulu Sungai Brantas, yang menjadi sumber utama air bersih dan daerah resapan, tepatnya di Rest Area Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru, Pertamax Naik Signifikan

Wali Kota Batu Nurrohman memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pertamina yang turut membantu dalam hal konservasi lingkungan di hulu Sungai Brantas. Menurutnya, Sungai Brantas menjadi salah satu sungai penting di Jawa Timur, karena mengaliri tak kurang 17 kabupaten kota di Jawa Timur.

"Kita bisa bersama-sama berkomitmen terhadap kelestarian lingkungan kita. Ini tentu sebuah komitmen yang sangat luar biasa, karena tumbuh langsung dari masyarakat tanpa direct pemerintah dan ini yang membanggakan," ujarnya saat penanaman pohon di Kota Batu, Minggu (9/11/2025).

Baginya gerakan yang diinisiasi oleh Pertamina dengan membeli BBM berhadiah satu pohon menjadi inovasi baru menggerakkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Apalagi ada masyarakat juga bisa berkontribusi membeli pohon melalui aplikasi My Pertamina, yang nanti ditanamkan ke daerah membutuhkan.

"Ini menjadi salah satu contoh bahwa kesadaran untuk melibatkan diri kita terhadap keberlangsungan lingkungan kita menjadi kewajiban semua elemen masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan pohon yang ditanam hari ini sepenuhnya berasal dari kontribusi konsumen atas pembelian Pertamax Green. Total sudah ada sekitar 1.000 pohon yang ditanam sejak Sabtu 8 November 2025 lalu, di sejumlah desa yang ada di Kota Batu. Kota Batu sendiri dipilih sebagai lokasi karena merupakan ekosistem utama dan hulu Sungai Brantas, yang cukup penting.

Baca Juga: Pertamina Jamin Stok LPG 3 Kg Aman Selama Libur Idul Adha di Jatim

"Per Sabtu (8/11) sudah ada 1000 pohon. Selain penanaman pada pagi hari ini, bibit juga akan disebarkan ke 24 desa dan kelurahan di Kota Batu dan sekitarnya. Jadi, mudah-mudahan dukungan masyarakat akan produk BBM lebih ramah lingkungan sebagai dukungan untuk pelestarian lingkungan," ungkapnya.

Pertamax Green disebut Ahad menjadi pilihan BBM yang lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan fossil fuel. Dengan nilai oktan 95, Pertamax Green memiliki akselerasi yang lebih baik dihasilkan dari campuran Pertamax dan nabati yang berasal dari tanaman tebu.

"Pertamax Green direkomendasikan untuk kendaraan mesin masa depan dan merupakan salah satu upaya untuk transisi energi guna mewujudkan kemandirian energi Indonesia menuju Net Zero Emission pada 2060," terangnya.

Penanaman pohon itu menjadi bagian dari kampanye ramah lingkungan usai konsumen membeli Pertamax Green yang sudah dipasarkan di 13 SPBU yang ada di wilayah Malang raya, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Menurutnya, saat ini tingkat konsumsi harian Pertamax Green mencapai rata-rata 4,5 kiloliter per harinya.

Baca Juga: Long Weekend, Pertamina Tambah 955 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim

"Dengan angka konsumsi dan capaian 1000 pohon ini dapat kita lihat bahwa masyarakat Kota Malang dan sekitarnya sudah peduli akan lingkungan melalui penggunaan BBM ramah lingkungan," pungkasnya.

 

Reporter: M Aris

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.