Sabtu, 20 Jun 2026 12:21 WIB

Lapas Kediri Lakukan Skrining TBC Warga Binaan, Tingkat Penularan Lebih Tinggi

  • Penulis :
  • | Kamis, 06 Nov 2025 15:00 WIB
Skrining TBS di Lapas Kediri. (Foto: Lapas Kediri/jatimnow.com)
Skrining TBS di Lapas Kediri. (Foto: Lapas Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com – Lapas Kelas IIA Kediri melakukan kegiatan Skrining Kesehatan Active Case Finding (ACF) bagi WBP, Kamis (6/11/2025). Lapas bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mendeteksi kasus Tuberkulosis yang dinilai memiliki tingkat penularan tinggi dibandingkan di lingkungan terbuka.

Skrining dilakukan melalui pemeriksaan rontgen dada. Kegiatan dimulai dengan persiapan alat rontgen yang dipasang di Aula oleh vendor Tirta Medica Center. Kemudian untuk registrasi, input data, dan administrasi dilakukan berdekatan dengan penataan ruangan yang tertib, sehingga alur pemeriksaan WBP berlangsung lancar dan efisien.

Baca Juga: Foto: Salat Idul Adha di Lapas Kediri

Pada hari pertama, pemeriksaan difokuskan pada Blok A. Sebanyak 250 WBP berhasil diperiksa sesuai target harian. Proses dimulai pukul 08.00 WIB dan selesai sebelum pukul 12.00 WIB, sementara blok yang diperiksa ditutup sementara dan blok lain tetap beroperasi normal.

Tim pengamanan mengatur lalu lintas WBP dan memastikan kegiatan berlangsung aman. Bagian Umum menyiapkan sarana prasarana, sedangkan tim pembinaan mendampingi WBP selama pemeriksaan. Kolaborasi internal ini menjamin seluruh proses berjalan tertib dan sesuai protokol kesehatan.

Baca Juga: 365 Warga Binaan Lapas Tulungagung Diusulkan Terima Remisi Lebaran

Kegiatan juga dihadiri petugas eksternal termasuk 9 petugas vendor rontgen, 2 petugas Puskesmas Sukorame dan Campurrejo. Sementara itu, 2 orang supervisi Kanwil memastikan prosedur pemeriksaan sesuai standar dan data hasil rontgen WBP tercatat lengkap dan tepat waktu.

Setiap WBP yang diperiksa dicatat dan hasil rontgen terdokumentasi secara digital. Database kesehatan warga binaan menjadi lebih lengkap dan komprehensif, memudahkan tindak lanjut medis bila ditemukan indikasi Tuberkulosis, serta menjadi acuan pengambilan keputusan program kesehatan Lapas.

Baca Juga: Melihat Keceriaan Warga Binaan Lapas Tulungagung Saat Berbuka Bersama Keluarga

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memastikan kesehatan seluruh WBP tetap terpantau. Deteksi dini penyakit menular seperti Tuberkulosis sangat penting untuk menciptakan lingkungan Lapas yang aman dan sehat,” kata Kepala Lapas Kediri, Solichin.

Kegiatan hari ini berjalan lancar sesuai target, dan kegiatan ACF ini akan berlangsung selama 4 hari hingga Senin.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.