Minggu, 21 Jun 2026 08:04 WIB

BPBD Trenggalek Catat 4 Bencana dalam Semalam, Banjir-Longsor di 3 Kecamatan

Banjir di Trengalek. (Foto: BPBD Trenggalek/jatimnow.com)
Banjir di Trengalek. (Foto: BPBD Trenggalek/jatimnow.com)

jatimnow.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek mencatat total empat kejadian bencana alam yang terjadi pada Sabtu (1/11/2025). Bencana tersebut meliputi satu kejadian banjir dan tiga kejadian tanah longsor yang tersebar di tiga kecamatan dan empat desa/kelurahan. Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat longsor, sementara dua lainnya masih dalam tahap pencarian.

Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan hujan deras dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama terjadinya bencana tersebut. Dari empat kejadian, dua warga meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian setelah rumah mereka tertimbun material longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan.

Baca Juga: Pohon Tumbang Tutup Jalur Trenggalek-Ponorogo, Listrik Sempat Padam 1,5 Jam

“Tebing setinggi 30 meter yang berada di belakang rumah warga mengalami longsor. Dua korban meninggal dunia dan dua masih dalam pencarian,” ujarnya, Minggu (2/11/2025).

Tak hanya di Bendungan, longsor juga terjadi di Desa Dawuhan, Kecamatan Trenggalek, dan di Kecamatan Dongko. Material longsor menutup akses jalan serta merusak rumah warga. BPBD mencatat sekitar 100 kepala keluarga terpaksa mengungsi sementara waktu. Proses pembersihan material dan pencarian korban masih terus berlangsung.

Baca Juga: Dampak Gempa Pacitan, 9 Bangunan di Trenggalek Dilaporkan Alami Kerusakan

“Kami juga mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan,” tambahnya.

Sementara itu, banjir luapan juga terjadi di Kecamatan Trenggalek, tepatnya di Desa Ngares dan Dawuhan. Air yang meluap dari Sungai Brangkal menggenangi sedikitnya 40 rumah dan satu tempat ibadah, dengan total 165 jiwa terdampak.

Baca Juga: Angin Kencang Terjang Trenggalek: 2 Tower Roboh, 1 Pengendara Tewas Tertimpa Dahan

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama di wilayah perbukitan dan bantaran sungai, mengingat curah hujan di awal November masih cukup tinggi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati, terutama bagi yang tinggal di wilayah perbukitan dan sekitar aliran sungai,” pungkas Triadi.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.