Sabtu, 20 Jun 2026 10:52 WIB

Makanan Hangat dari Indonesia Jadi Harapan Baru Pengungsi di Gaza Tengah

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 26 Okt 2025 15:17 WIB
Lembaga Teman Baik salurkan 3.000 paket makanan hangat untuk pengungsi di Kamp Al-Quds, Jalur Gaza. (Foto: Teman Baik for JatimNow.com)
Lembaga Teman Baik salurkan 3.000 paket makanan hangat untuk pengungsi di Kamp Al-Quds, Jalur Gaza. (Foto: Teman Baik for JatimNow.com)

jatimnow.com - Di tengah kondisi gencatan senjata yang masih rapuh dan situasi kemanusiaan yang mencekam, lembaga kemanusiaan Teman Baik kembali menyalurkan bantuan untuk warga Palestina.

Pada Minggu (19/10/2025), Teman Baik berhasil mendistribusikan 3.000 paket makanan hangat bagi para pengungsi di Kamp Al-Quds, Jalur Gaza Pusat dan Gaza Selatan.

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

Paket makanan siap saji yang berisi nasi, sayuran, sup lentil, dan pasta hangat ini disiapkan melalui dapur darurat yang dikelola oleh mitra relawan lokal. Para relawan bekerja tanpa lelah di tengah keterbatasan bahan dan risiko keamanan yang masih tinggi.

General Manager Teman Baik, Dedi Setiawan, menegaskan komitmen lembaganya dalam menjaga amanah dari masyarakat Indonesia.

“Kami menyadari bahwa setiap bantuan, sekecil apa pun, sangat berarti bagi saudara-saudara kita di Palestina yang berjuang untuk bertahan hidup. Karena itu, amanah dari para donatur adalah tanggung jawab besar yang akan terus kami jaga dengan komitmen, ketulusan, dan kejujuran,” ujar Dedi Setiawan.

Sejak gencatan senjata tahap pertama diberlakukan pada 10 Oktober 2025, situasi di Gaza dilaporkan masih jauh dari aman. Serangan sporadis masih terjadi di beberapa wilayah, sementara akses kemanusiaan tetap sangat terbatas.

Banyak warga kehilangan tempat tinggal, menghadapi kelaparan, dan bergantung penuh pada bantuan relawan kemanusiaan untuk bertahan hidup.

Baca Juga: PMI Surabaya Galang Donasi Kemanusiaan lewat Bulan Dana 2026

Di tengah kondisi tersebut, ribuan warga pengungsi terlihat antre dengan sabar untuk mendapatkan hidangan sederhana yang bagi mereka terasa begitu berharga.

Langkah Teman Baik dalam menghadirkan makanan hangat ini menjadi simbol nyata kepedulian masyarakat Indonesia yang tak pernah surut. Dapur-dapur darurat yang dikelola mitra lokal Teman Baik terus beroperasi, menyiapkan makanan dalam porsi terukur agar semua penerima manfaat dapat menikmatinya secara adil.

“Langkah ini adalah wujud komitmen Teman Baik untuk terus membersamai saudara-saudara kita di Palestina, meskipun tantangan di lapangan semakin berat,” tambah Dedi.

Momen penyaluran bantuan ini menghadirkan suasana haru di tengah krisis. Anak-anak yang semula murung kembali tersenyum ketika menerima makanan hangat. Para orang tua menatap lega melihat keluarga mereka dapat menyantap hidangan sederhana yang jarang mereka temui sejak serangan intensif beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: PFI: Pembebasan Thoudy Badai Bukti Solidaritas Pewarta Foto Indonesia

Bagi para pengungsi, makanan hangat dari Teman Baik bukan sekadar santapan, melainkan tanda bahwa harapan masih hidup, dan dunia belum sepenuhnya berpaling dari penderitaan di Gaza.

Teman Baik menegaskan akan terus melanjutkan misi kemanusiaan ini dengan dukungan masyarakat Indonesia. Melalui program makanan hangat, Teman Baik berkomitmen untuk menjaga semangat solidaritas dan memastikan setiap donasi tersampaikan dengan penuh tanggung jawab.

“Selama masih ada yang lapar, selama masih ada yang berjuang untuk hidup, kebaikan dari Indonesia tidak akan berhenti mengalir ke Gaza,” tegas Dedi, mengakhiri pernyataannya dengan semangat “Hangatkan Harapan, Ringankan Penderitaan.”

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.