Selasa, 16 Jun 2026 15:02 WIB

Dicari Pemimpin Kebun Binatang Surabaya, Apecsi: Stop Direktur "Odong-Odong"!

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 26 Okt 2025 11:37 WIB
Pengunjung  memberi makan Jerapah di KBS Surabaya.   (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Pengunjung memberi makan Jerapah di KBS Surabaya. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gelombang protes mewarnai proses rekrutmen Direktur Kebun Binatang Surabaya (KBS). Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (Apecsi) menolak calon yang dianggap tidak memiliki kompetensi konservasi.

Koordinator Apecsi, Singky Soewadji, bahkan memberi julukan 'Direktur Odong-Odong' kepada para calon tersebut.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Bisa dibayangkan bagaimana jadinya sebuah Lembaga Konservasi dipimpin oleh orang yang tidak paham dan tidak memiliki pengalaman di bidang konservasi?" ujar Singky, melalui pesan tertulisnya, Minggu (26/10/2025)

Sindiran "Direktur Odong-Odong" muncul karena proses seleksi yang dinilai tidak transparan. Dari sembilan nama calon, Singky memastikan tidak ada satu pun yang memiliki rekam jejak di dunia konservasi. Kecurigaan semakin menjadi-jadi ketika diketahui tiga calon memiliki latar belakang Sarjana Hukum.

"Ini pengrekrutan Direktur Lembaga Konservasi atau Lembaga Bantuan Hukum? Siapa yang menyeleksi dan apa kriterianya? Tidak jelas dan tidak transparan," kritik Singky pedas.

Singky juga menuding Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, tidak peduli terhadap fungsi konservasi KBS. "Walikota Surabaya Eri Cahyadi tidak menghargai arti sebuah Lembaga Konservasi dan melukai hati para konservasionis," tegasnya.

Apecsi tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga memberikan dukungan kepada karyawan KBS yang ingin menyuarakan penolakan terhadap calon Direktur KBS yang tidak kompeten. Mereka menjamin pendampingan dan bantuan hukum gratis bagi karyawan yang terkena sanksi akibat aksi demonstrasi.

Baca Juga: Tiga Rumah Pompa Baru Perkuat Ikhtiar Surabaya Menuju Kota Bebas Banjir

"Karyawan KBS jangan takut melakukan demo penolakan. Bila mendapat sanksi, Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (Apecsi) akan berikan pendampingan dan bantuan hukum gratis," janji Singky Soewadji.

Apecsi juga memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Kota Surabaya. Singky mengingatkan bahwa Walikota Surabaya dapat dipidanakan jika terjadi insiden buruk pada satwa KBS akibat kepemimpinan Direktur yang tidak kompeten.

Ancaman ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang diperkuat oleh UU No. 32 Tahun 2024.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

"Biro hukum Pemkot silahkan baca dan pelajari Undang-Undang ini dan ingatkan Walikotanya," kata Singky.

Kekhawatiran publik juga dipicu oleh insiden anak gajah berusia satu tahun yang ditunggangi pawang di KBS. Singky Soewadji menilai tindakan ini sebagai pelanggaran kesejahteraan satwa.

Apecsi berencana membawa isu ini ke tingkat yang lebih serius, termasuk mempertimbangkan gugatan hukum atau pelaporan ke instansi terkait.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.