Minggu, 07 Jun 2026 12:07 WIB

Sumur Milik Puluhan Warga di Trenggalek Keruh dan Berbau Logam

  • Penulis :
  • | Senin, 20 Okt 2025 11:58 WIB
Foto: Warga Trenggalek menunjukkan kualitas air di sumurnya. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Warga Trenggalek menunjukkan kualitas air di sumurnya. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Puluhan warga di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek terpaksa hidup dengan kondisi air sumur tercemar selama puluhan tahun. Air di sumur warga keruh berwarna kuning, berminyak dan berbau logam karat. Pencemaran air ini diduga berasal dari air sungai yang mengaliri persawahan warga. Hal itu terbukti dengan letak sumur warga yang dekat dengan area persawahan.

Kepala Dusun Krajan, Desa Prambon Supriyanto mengatakan sejak dulu kondisi air sumur warga sudah tercemar. Kondisi ini terjadi di RT 16, 17, 18 dan RT 19. Jika ditotal, terdapat sekiitar 60 kepala keluarga yang terdampak.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Kondisi air sumur tercemar ini terjadi sejak 60 tahun lebih, Kondisi terparah berada di RT 16. Total ada 30 KK yang terdampak air sumur tercemar," ujarnya, Senin (20/10/2025).

Pencemaran air ini diduga berasal dari air sungai yang mengaliri persawahan warga. Hal itu terbukti dengan letak sumur warga yang dekat dengan area persawahan.

"Apalagi saat musim kemarau, semua sumur warga mengering," terangnya.

Sebagai upaya penanganan jangka pendek, Pemerintah Desa (Pemdes) Prambon telah mengajukan bantuan air bersih secara berkala kepada BPBD Trenggalek. Sehingga warga dapat merasakan air bersih.

Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, warga dijanjikan Pemkab Trenggalek menerima bantuan pipanisasi dan sumur dalam, agar dapat memunculkan air bersih.

"Kalau disini, rata-rata sumur warga hanya memiliki kedalaman 8 hingga 12 meter. Diperkirakan jika membuat sumur 20 meter bisa memunculkan air bersih," paparnya.

Baca Juga: Mulai Sore Ini Jalan Nasional Tulungagung – Trenggalek Ditutup Total

Sementara itu, salah satu warga terdampak, Amin mengaku terpaksa memanfaatkan air sumur tercemar untuk kebutuhan sehari-hari. Mengingat tidak ada sumber mata air bersih yang dapat dimanfaatkan warga.

"Kalau mandi dan cuci baju terpaksa pakai air sumur. Tapi baju putih bisa berubah warna menjadi coklat," ungkapnya.

Namun, untuk air minum warga mengolah air dari sumur yang lebih bersih, meski tetap berwarna kuning dan berbau logam karat. Warga akan mengendapkan air satu hari sebelum dimasak untuk konsumsi.

"Jadi kami ambil air di sumur tetangga yang agak jernih. Selama ini kami minum dari olahan air yang kami endapkan dulu," imbuhnya.

Baca Juga: Ambil Sumpah dan Janji 88 PNS Formasi 2024, Ini Pesan Wabup Trenggalek

Amin berharap, Pemkab Trenggalek segera memeberikan bantuan kepada warga yang terdampak pencemaran air sumur. Sehingga warga dapat hidup dengan merasakan air bersih.

"Kalau bisa pemerintah membantu untuk membuatkan sumur yang dalam. Agar bisa keluar air bersih," pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.