Selasa, 23 Jun 2026 23:01 WIB

PWNU Jatim Gelar Kick Off Hari Santri 2025, Kawal Indonesia Menuju Peradaban

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 19 Okt 2025 18:39 WIB
PWNU Jawa Timur menggelar Kick Off Hari Santri Nasional 2025 di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Sabtu (19/10/2025). (Foto/Humas Unusa)
PWNU Jawa Timur menggelar Kick Off Hari Santri Nasional 2025 di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Sabtu (19/10/2025). (Foto/Humas Unusa)

jatimnow.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar Kick Off Hari Santri Nasional 2025 di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Sabtu (19/10/2025). Tahun ini, peringatan Hari Santri Nasional mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.”

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsis) sekaligus Rais Syuriyah PBNU, Prof. Muhammad Nuh, menuturkan bahwa makna peradaban mulia berpusat pada pembangunan human capital atau sumber daya manusia yang unggul.

Baca Juga: NBI Usulkan Duet Kiai dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031

Ia menegaskan bahwa pondok pesantren dan dunia pendidikan merupakan dua unsur utama dalam pembentukan peradaban tersebut.

“Peradaban mulia itu tertuju pada human capital. Dan bagian dari human capital itu adalah pondok pesantren dan dunia pendidikan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof Nuh menceritakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) memiliki sejarah panjang dalam mengelola pesantren dengan baik. Namun, menurutnya, agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman, kalangan pesantren juga perlu memperkuat kemajuan berpikir melalui jalur pendidikan formal. Ia menegaskan, semangat inilah yang melatarbelakangi pendirian UNUSA 12 tahun silam.

Baca Juga: Keren! Tiga Mahasiswa KIP-K Unusa Raih Double Degree di Taiwan

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, dalam kesempatan yang sama mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan bekerja bersama mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

“Mari kita berkonsolidasi, bersinergi, dan berkolaborasi menuju bangsa yang maju dan beradab,” ucapnya

Baca Juga: Dukung Transformasi Pesantren, Gus Yahya Apresiasi Inisiatif KH Imam Jazuli

Gus Yahya, sapaan Yahya Cholil Staquf, menjelaskan bahwa Hari Santri Nasional juga berkaitan dengan resolusi jihad yang diterbitkan pada 22 Oktober 1945. Maka dari itu peringatan hari santri ini menjadi momen untuk meneguhkan kembali semangat mengawal kemerdekaan.

Semangat pada Hari Santri Nasional diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebangkitan santri, tetapi juga momentum penguatan kontribusi pesantren dan perguruan tinggi NU dalam membangun peradaban Indonesia yang mulia dan berkelanjutan.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.