Rabu, 22 Jul 2026 07:09 WIB

Banser Jember Datangi Rumah Youtuber, Sesalkan Konten yang Sudah Diunggah

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 18 Okt 2025 10:05 WIB
Foto: Youtuber di Jember saat didatangi Banser. (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Youtuber di Jember saat didatangi Banser. (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Konten video yang diunggah oleh seorang YouTuber bernama Stevanus (akun Stevansyoung) menuai reaksi keras dari sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jember. Video tersebut dinilai menyinggung pondok pesantren dan kiai, serta membela stasiun televisi Trans7 dalam polemik yang tengah terjadi.

Akibatnya, Jumat sore (17/10/2025), sekelompok Banser mendatangi rumah Stevanus yang berada di Perumahan Rich Village No. 59, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Jember. Mereka menyampaikan kekecewaan dan meminta klarifikasi langsung dari yang bersangkutan.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

"Kami Banser Jember sebagai benteng ulama, benteng kiai, dan benteng NKRI sangat kecewa dan menyayangkan terhadap tayangan video yang sudah ramai oleh Stevanus," ujar Muhammad Irwan, Wakil Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Jember.

Menurut Irwan, konten yang dibuat oleh Stevanus seolah menggiring opini bahwa permintaan maaf Trans7 dalam polemik sebelumnya tidak diperlukan. Hal ini, kata dia, menyakitkan hati para santri dan warga nahdliyin yang merasa pondok pesantren dan kiai disudutkan.

"Pesantren punya tradisi dan budaya tersendiri. Tidak semua orang bisa memahami itu. Jadi tidak pantas disampaikan secara sembarangan oleh pihak yang tidak memahami tradisi pesantren," tambah Irwan.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

Menanggapi kedatangan Banser, Stevanus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengaku tidak memiliki niat untuk menyinggung pihak mana pun.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada pihak, terutama dari pondok pesantren, NU, dan Banser yang merasa tersinggung. Saya menyadari konten saya memang tidak pantas ditayangkan," ungkapnya.

Stevanus menambahkan bahwa konten tersebut awalnya dibuat untuk mengalihkan perhatian ke isu lain, yakni mengenai undang-undang reses. Namun ia mengakui bahwa cara penyampaiannya masih kurang tepat.

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

"Saya belum bisa mengelola kata-kata dengan baik, dan ternyata menimbulkan luka bagi pihak lain. Untuk itu saya minta maaf," tutupnya.

Pihak kepolisian yang mengawal situasi tersebut kemudian membawa kedua belah pihak ke kantor polisi untuk menyelesaikan persoalan secara damai.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.