Sabtu, 20 Jun 2026 13:09 WIB

Soroti Maraknya Kekerasan, Bang Pur Sosialisasikan Permendikbudristek 55/2024

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 16 Okt 2025 13:59 WIB
Foto: Sosialisasi Permendikbudristel yang digelar di aula FISIP Uiniversitas Jember. (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Sosialisasi Permendikbudristel yang digelar di aula FISIP Uiniversitas Jember. (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com–Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar, Muhammad Nur Purnamasidi, menyoroti meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024, yang berlangsung di Aula FISIP Universitas Jember. Pihaknya menegaskan pentingnya peran aktif kampus dalam mencegah dan menangani kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual.

Perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), LLDIKTI, serta civitas akademika Universitas Jember hadir dalam sosialisasi ini.

Baca Juga: UKT Dinilai Memberatkan, Mahasiswa Unej Desak Transparansi dan Evaluasi Sistem

"Ini sesungguhnya kita merespon kembali maraknya kekerasan di perguruan tinggi, yang seharusnya sudah tidak terjadi. Padahal, di dalamnya orang-orang terdidik: mahasiswa, dosen, bahkan guru besar," ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Polistisi yang akrab disapa Bang Pur ini menjelaskan, meski dunia pendidikan dipenuhi oleh kalangan intelektual, faktor otoritas dan relasi kuasa masih menjadi penyebab utama kekerasan, terutama di antara dosen dan mahasiswa.

"Para dosen memiliki otoritas yang besar, menentukan lulus atau tidak, nilai baik atau buruk. Sementara mahasiswa berada dalam posisi yang rapuh secara mental dan struktural," jelasnya.

Lebih lanjut Bang Pur menjelaskan bahwa Permendikbudristek 55 Tahun 2024 mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT). Satgas ini diharapkan menjadi jembatan antara korban dan institusi, sehingga mahasiswa tidak perlu berhadapan langsung dengan pelaku atau pihak berwenang di kampus.

Baca Juga: Percepat Transformasi Digital, Linknet Teken MoU dengan Universitas Jember

"Ini penting, karena banyak korban yang tidak berani melapor. Mereka khawatir tidak ada perlindungan, takut laporan berdampak pada kelulusan atau nilai akademik mereka," paparnya.

Bang Pur juga menyoroti bahwa kekerasan yang terjadi banyak menyasar perempuan, yang kerap dianggap lemah dan tidak berdaya.

"Perempuan sering kali menjadi objek kekerasan karena dianggap paling bisa menyembunyikan, paling lemah. Kalau mereka kuat bisa bertahan, tapi kalau tidak, bisa putus kuliah bahkan bunuh diri. Ini sangat tidak bisa dibenarkan," tegasnya.

Baca Juga: AXA Mandiri Hadir di Jember, Dorong Mahasiswa Melek Keuangan

Dalam kesempatan tersebut, Bang Pur menyatakan komitmennya untuk mendorong agar regulasi ini naik level menjadi undang-undang agar memiliki kekuatan hukum yang lebih tinggi.

"Permendikbud ini bisa saja terpatahkan dengan norma hukum di atasnya. Karena itu, kita dorong agar normanya dinaikkan jadi undang-undang, agar setara dengan hukum acara pidana," pungkasnya.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif di dunia kampus bahwa kekerasan, dalam bentuk apapun, tidak boleh ditoleransi. Keterlibatan semua pihak — dari mahasiswa, dosen, hingga lembaga negara — diperlukan agar kampus benar-benar menjadi ruang aman dan bermartabat bagi semua.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.