Sabtu, 06 Jun 2026 14:48 WIB

Pemkab Ponorogo Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Jadi 8,86 Persen

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat menjelaskan data penurunan angka kemiskinan di Aula Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida). (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat menjelaskan data penurunan angka kemiskinan di Aula Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida). (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo sukses menurunkan angka kemiskinan. Berdasarkan data terbaru pertengahan 2025, tingkat kemiskinan di Bumi Reog tercatat sebesar 8,86 persen.

Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, tingkat kemiskinan masih berada di angka 9,11 persen atau sekitar 80.050 jiwa, sedangkan tahun ini jumlahnya turun menjadi sekitar 76 ribu jiwa.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

“Sekarang turun jadi 8,86 persen. Kalau dihitung penduduknya, menyisakan sekitar 76 ribu jiwa,” ujar Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Jumat (26/9/2025).

Menurutnya, penurunan tersebut merupakan hasil dari kerja keras bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pihak yang terlibat dalam program pengentasan kemiskinan.

“Artinya, kerja keras kita selama ini membuahkan hasil. Ini bukan semata kerja pemerintah, tapi juga dukungan semua unsur termasuk masyarakat,” jelas Kang Giri, sapaan akrab Bupati Ponorogo.

Kang Giri menambahkan, Pemkab Ponorogo akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS), untuk memastikan data kemiskinan yang akurat dan terukur.

“Tahun depan, hasil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikolaborasikan dengan BPS akan menjadi rujukan utama. Dengan data itu, kami bisa menentukan treatment yang tepat untuk menurunkan angka kemiskinan lebih signifikan,” ungkapnya.

Baca Juga: Tak Lagi Pakai Tenaga, Pebecak di Ponorogo Tersenyum Dapat Becak Listrik dari Prabowo

Ia mencontohkan, jika target penurunan kemiskinan tahun depan mencapai 20 ribu jiwa, maka Pemkab akan menyiapkan langkah khusus dan terarah agar program tepat sasaran.

Berbagai langkah telah dilakukan Pemkab Ponorogo untuk menekan angka kemiskinan. Beberapa di antaranya pengembangan sektor pariwisata dan budaya sebagai penggerak ekonomi lokal. Penguatan jaminan sosial bagi pekerja rentan. Perlindungan sosial bagi lansia dan penyandang disabilitas dan program pembangunan desa mandiri melalui gerakan “Desa Hebat.”

Berdasarkan catatan pemerintah daerah, tren penurunan angka kemiskinan di Ponorogo terus berlanjut sejak 2023.

• Tahun 2023: 9,53 persen

Baca Juga: Resmikan Air Frezz, Plt Bupati Ponorogo Tekankan Pentingnya Air Minum Bersertifikat

• Tahun 2024: 9,11 persen

• Pertengahan 2025: 8,86 persen

Pemkab menargetkan tren positif ini dapat terus berlanjut dengan dukungan masyarakat dan program pembangunan berbasis pemberdayaan ekonomi. (Adv)

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.