Rabu, 22 Jul 2026 03:01 WIB

Wali Murid di Tulungagung Berharap Program MBG Ditiadakan Pasca Keracunan

Korban keracunan SMPN 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Korban keracunan SMPN 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah wali murid di Tulungagung berharap program MBG ditiadakan pasca peristiwa keracunan yang menimpa puluhan siswa SMPN 1 Boyolangu, Tulungagung. Sebanyak 4 siswa di antaranya harus dirujuk ke RSUD dr Karneni Campurdarat.

Salah seorang wali murid, Bambang Nur Suwito mengaku diberi tahu oleh tetangganya yang bersekolah di SMPN 1 Boyolangu bahwa anaknya mengalami keracunan dan dirawat di Puskesmas. Bambang langsung datang untuk mengetahui kondisinya secara langsung. Anaknya kini sudah dalam kondisi membaik setelah sempat mual dan pusing setelah menyantap menu MBG.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

“Tadi diberitahu oleh tetangga kondisi anak saya yang keracunan, saat ini kondisi sudah membaik," ujarnya, Senin (13/10/2025).

Bambang berharap program MBG ditiadakan. Hal ini dikarenakan sudah banyak kasus keracunan yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi tersebut membuat Bambang sebagai orang tua merasa was-was. Bahkan anaknya sudah dipesan untuk tidak memakan menu MBG yang dibagikan karena khawatir menyebabkan keracunan.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

“Harapannya sih MBG ditiadakan saja, karena sudah banyak terjadi kasus keracunan dan informasinya cepat menyebar di medsos," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin yang menjenguk siswa di Puskesmas Boyolangu berharap orang tua tidak perlu panik dengan adanya kejadian ini. Kasus keracunan tersebut telah ditangani dengan baik oleh Pemkab Tulungagung. Tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Menurutnya hal ini sudah biasa terjadi.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

“Mudah-mudahan ini kejadian yang pertama dan terakhir, anak-anak sudah ditangani dengan baik dan sesuai," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.