Senin, 22 Jun 2026 09:21 WIB

Gelapkan Beras 7 Ton, Warga Blitar Ditahan Polres Trenggalek

Kapolres Trenggalek saat membeberkan tersangka dan barang buktinya.
Kapolres Trenggalek saat membeberkan tersangka dan barang buktinya.

jatimnow.com - Rudiantoro (33) warga Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar terpaksa harus berurusan dengan Satreskrim Polres Trenggalek.

Pasalnya, Rudiantoro dilaporkan telah menggelapkan beras sebanyak 7 ton senilai Rp 62,5 juta milik Bibit Rian (35) warga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra menuturkan kejadian ini bermula saat tersangka menghubungi korban yang merupakan pedagang beras.

Tersangka mengaku disuruh oleh salah seorang keluarganya untuk membeli beras kepada korban. Setelah menyepakati harga pembelian, tersangka kemudian meminta korban untuk mengantarkan beras ke sebuah SPBU di wilayah Kecamatam Udanawu, Kabupaten Blitar.

"Tersangka mengaku bernama Aan dan berdalih akan membeli beras milik korban, " kata Didit saat jumpa pers, Senin (15/10/2018).

Awalnya, korban tidak merasa curiga, sehingga menuruti permintaan korban. Beras dengan berat mencapai tujuh ton diantarkan ke SPBU yang sudah disepakati. Tersangka lalu mengecek kondisi beras dan mengambil sampel untuk diberikan kepada pemesan.

Tak lama kemudian, tersangka kembali dan meminta ke korban untuk mengantarkan beras itu ke salah seorang pelanggannya di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. "Korban dan tersangka berangkat bersama-sama ke Durenan," imbuhnya.

Baca Juga: Bulog Tulungagung Percepat Penyaluran Bantuan Pangan dan Distribusi Beras SPHP

Setelah tiba di lokasi, tersangka kemudian meminta korban untuk langsung menurunkan muatan beras yang diangkut menggunakan truk fuso.

Setelah itu, tersangka mengakali korban untuk pulang dan berjanji seluruh biaya akan ditransfernya. Korban lalu memberikan nomor rekening kepada tersangka.

Namun saat tiba di Blitar, tersangka langsung kabur. Karena bingung, korban kembali ke Durenan dan menanyakan perihal pembayarannya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Ternyata, uang sudah dibayarkan sebagian ke tersangka, namun tidak ditransfer ke korban," jelasnya.

Jengkel karena beras tidak juga dibayar, korban kemudian melaporkan tersangka ke Polres Trenggalek. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 378 atau 372 KUHP dengan ancaman penjara empat tahun.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.