Selasa, 23 Jun 2026 04:40 WIB

Ekonomi Syariah Indonesia, Peluang Raksasa Tersendat di Isu Kepemimpinan

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 12 Okt 2025 13:34 WIB
Pangsa pasar perbankan syariah masih di bawah 8 persen, dan tingkat literasi masyarakat masih rendah. (Foto: Ilustrasi/Gemini)
Pangsa pasar perbankan syariah masih di bawah 8 persen, dan tingkat literasi masyarakat masih rendah. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Sektor Ekonomi Syariah di Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menghadapi dilema serius: potensi pasar yang mencapai ratusan triliun rupiah kontras dengan pertumbuhan yang masih "terseok-seok" dan isu kepemimpinan yang mendesak.

Meskipun gaung produk berlabel syariah mulai dari perbankan, asuransi, hingga wisata halal kian nyaring, tantangan mendasar masih berkutat pada implementasi nilai dan kualitas kepemimpinan.

Baca Juga: Jenis dan Bobot Sapi Kurban Orang Nomor 1 di Jatim

"Pertanyaan mendasar tetap sama: apakah ekonomi syariah kita sudah benar-benar tumbuh di atas nilai-nilai syariah, atau sekadar menempel pada bungkusnya saja?" ujar Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur, Ulul Albab, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/10/2025).

Ulul Albab mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki modal raksasa, termasuk konsumsi produk halal yang mencapai ratusan triliun per tahun serta potensi wakaf dan zakat produktif yang menggunung. Namun, data menunjukkan pangsa pasar perbankan syariah masih di bawah 8 persen, dan tingkat literasi masyarakat masih rendah.

Menurutnya, masalah utama bukan sekadar regulasi, melainkan ketiadaan sosok pemimpin yang mampu menyatukan seluruh elemen umat: dari ulama, pengusaha, akademisi, hingga birokrat. Ekonomi syariah membutuhkan seorang "penjahit potensi" yang kredibel.

Fokus perhatian kini tertuju pada Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), sebagai wadah besar yang menaungi para cendekia dan pelaku industri. Albab menegaskan, pemimpin MES idealnya memiliki empat syarat pokok yang tak bisa ditawar.

"Pertama, integritas dan pemahaman fiqh muamalah (etika bisnis Islam). Kedua, kapasitas manajerial dan jejaring luas. Ketiga, netralitas dan independensi dari politik praktis. Keempat, visi masa depan agar tidak terjebak pada seremoni," tegasnya.

Menanggapi kabar terpilihnya Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, sebagai Ketua Umum MES Jawa Timur, Ulul Albab menyampaikan harapan sekaligus catatan kritis.

Baca Juga: Emil Dardak Dorong Komunitas Developer AI Jadi Penggerak Ekonomi Digital Jatim

Ulul Albab mengakui Emil memiliki modal kepemimpinan yang kuat: muda, berpendidikan tinggi, dan sukses di birokrasi, yang dinilai penting untuk memajukan ekonomi digital syariah.

"Kami sebagai warga Jatim tentu ikut senang. Semoga di era kepemimpinannya, ekonomi syariah di Jatim benar-benar tumbuh dan berkembang sebagaimana diajarkan dalam fiqih ekonomi yang kita pelajari," katanya.

Namun, ia menambahkan, penting untuk jujur mengakui bahwa Emil Dardak lebih dikenal sebagai teknokrat dan politisi, bukan sebagai figur dengan latar belakang pendidikan atau pengalaman mendalam di bidang fiqh muamalah.

Oleh karena itu, Ulul Albab menegaskan perlunya jaminan tata kelola yang kuat serta keberadaan tim pakar syariah yang independen di tubuh MES.

Baca Juga: Laba Melejit, BSI Tebar Dividen Tunai Rp1,51 Triliun ke Pemegang Saham

"Agar MES tidak hanya terdengar islami di tataran slogan, tapi juga berkarakter ilmiah dan berintegritas di lapangan," pesannya.

Ulul Albab memperingatkan, kekuatan ekonomi syariah terletak pada kepercayaan (trust) umat. Apabila MES terseret kepentingan politik atau bisnis yang mengorbankan prinsip syariah, maka label “syariah” itu sendiri akan kehilangan makna.

"Kita ingin melihat MES bukan hanya sibuk menggelar seminar, tapi melahirkan role model bisnis halal yang sukses, pesantren yang mandiri, dan UMKM yang naik kelas karena pendampingan nyata," tutupnya. Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan yang berhasil adalah yang mampu menjadikan ekonomi syariah sebagai gerakan nyata, bukan sekadar wacana.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.