Emil Dardak Dorong Komunitas Developer AI Jadi Penggerak Ekonomi Digital Jatim
- Penulis : Ali Masduki
- | Sabtu, 23 Mei 2026 22:12 WIB
jatimnow.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong penguatan ekosistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui peran komunitas developer di Jawa Timur.
Pesan itu disampaikan saat membuka ajang Build with AI Surabaya 2026 yang digelar Google Developer Group (GDG) Surabaya di kampus Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS), Jumat (22/5).
Baca Juga: Jenis dan Bobot Sapi Kurban Orang Nomor 1 di Jatim
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut mempertemukan lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa, pengembang perangkat lunak, akademisi, profesional teknologi informasi, hingga pelaku industri digital.
Menurut Emil, perkembangan teknologi digital bergerak jauh lebih cepat dibanding pembaruan kurikulum pendidikan tinggi. Karena itu, komunitas menjadi jalur penting agar masyarakat tidak tertinggal perkembangan teknologi.
“Perkembangan teknologi digital saat ini lebih cepat dibandingkan pembaruan kurikulum di kampus. Jadi salah satu cara masyarakat bisa mengejar perkembangan teknologi lewat pembelajaran berbasis komunitas seperti ini,” kata Emil.
Ia menilai forum komunitas bukan sekadar tempat berkumpul para pegiat teknologi, melainkan ruang untuk mempercepat transfer pengetahuan dan mempertemukan kebutuhan industri dengan dunia pendidikan.
Emil juga melihat peluang besar pengembangan AI di Jawa Timur seiring pertumbuhan ekonomi digital dan kemajuan teknologi cloud computing.
Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan lagi soal mengenal AI, melainkan bagaimana teknologi tersebut dipakai untuk meningkatkan produktivitas dan memberi dampak ekonomi.
“Sekarang yang paling penting adalah siapa yang paling bisa memanfaatkan AI,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Emil menyebut ISTTS memiliki peran strategis sebagai ruang tumbuh komunitas developer di Jawa Timur. Bahkan, ia menyebut kampus tersebut berpotensi menjadi embrio pusat inovasi teknologi di daerah.
Baca Juga: Inside The Frame, Membedah Alur Kerja Film Profesional di ISTTS
“Tempat ini bisa diibaratkan cikal bakal silicon valley-nya Jawa Timur. Saya sudah beberapa kali bertemu komunitas developer dari berbagai daerah di sini. Masa depan ada di tempat seperti ini,” tuturnya.

Ajang Build with AI Surabaya 2026 merupakan bagian dari inisiatif global Google untuk memperluas pemanfaatan Generative AI melalui pembelajaran dan kolaborasi lintas sektor. Acara digelar atas kolaborasi GDG Surabaya, ISTTS, dan Indosat Ooredoo Hutchison.
Hari pertama acara diisi berbagai workshop dan sesi teknis mengenai penerapan AI di berbagai bidang. Salah satunya workshop “AI Native Engineering in the Android App Development” oleh Sidiq Permana yang membahas integrasi AI dalam aplikasi Android.
Sementara itu, Muhammad Ghifary memaparkan pemanfaatan AI untuk pencitraan medis melalui teknologi multimodal AI berbasis perangkat.
Baca Juga: Pemerintah Pacu UMKM Jatim Adopsi AI Lewat AIM ASEAN
Materi lain juga membahas pengembangan Large Language Model (LLM) hingga sistem agentic AI yang kini mulai banyak diterapkan di industri.
Sejumlah pembicara nasional dan internasional turut hadir, termasuk Sandhika Galih yang memberikan sesi penguatan keterampilan teknis bagi developer muda.
Ketua pelaksana kegiatan, Esther Irawati Setiawan dan Joan Santoso, mengatakan Build with AI Surabaya tidak hanya memperkenalkan teknologi terbaru, tetapi juga membangun budaya kolaborasi agar talenta digital Indonesia mampu memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab.
Melalui forum tersebut, mereka berharap lahir inovasi berbasis AI yang mampu memperkuat daya saing Jawa Timur di tengah percepatan ekonomi digital global.
Editor : Ali Masduki