Selasa, 16 Jun 2026 05:08 WIB

Kabar Gembira! DPP Tetap, Unusa Buka 8 Jenis Beasiswa di 2026/2027

Unusa memastikan tidak ada kenaikan signifikan pada Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) dan Dana Operasional Pendidikan (DOP). (Foto/Humas Unusa)
Unusa memastikan tidak ada kenaikan signifikan pada Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) dan Dana Operasional Pendidikan (DOP). (Foto/Humas Unusa)

jatimnow.com - Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global yang masih dirasakan masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengambil langkah strategis yang berpihak pada calon mahasiswa.

Saat meluncurkan Program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2026/2027, Unusa memastikan tidak ada kenaikan signifikan pada Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) dan Dana Operasional Pendidikan (DOP).

Baca Juga: Keren! Tiga Mahasiswa KIP-K Unusa Raih Double Degree di Taiwan

Keputusan terkait biaya kuliah Unusa ini menjadi kabar baik bagi lulusan SLTA yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi tanpa terbebani biaya yang melonjak. Rektor Unusa, Prof. Achmad Jazidie, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk keberpihakan institusi.

"Kami menyadari kondisi ekonomi di masyarakat masih belum pulih benar, sementara minat untuk kuliah tetap besar. Oleh karena itu, kami putuskan DPP dan DOP relatif tetap, hanya ada penyesuaian di kurang dari lima program studi, itu pun tidak signifikan," ujar Prof. Jazidie, Jumat (10/10).

Selain menahan kenaikan biaya, Unusa juga menggelontorkan berbagai program beasiswa dengan kisaran potongan antara 50 persen hingga 100 persen dari DPP. Langkah ini bertujuan membuka akses seluas-luasnya bagi calon mahasiswa berpotensi.

Program beasiswa yang ditawarkan sangat beragam dan inklusif. Di antaranya, Beasiswa Warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin), Beasiswa KIPK (Kartu Indonesia Pintar Kuliah), Beasiswa Prestasi (Akademik dan Non-akademik), Beasiswa Khusus (Baznas, Tahfidz Al-Qur'an, dan Influencer), dan Beasiswa Mahasiswa Asing

Rektor Jazidie menambahkan, beasiswa-beasiswa ini juga didukung upaya yayasan untuk mencari sumber dana pihak ketiga guna membantu mahasiswa berprestasi yang sedang menempuh studi.

"Semua beasiswa ini disiapkan untuk memberikan kesempatan bagi para lulusan sekolah menengah agar bisa tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Kami menyadari ajakan ini perlu keberpihakkan kebijakan, salah satunya melalui beasiswa," tegasnya.

Pada tahun akademik mendatang, Unusa tidak hanya fokus pada stabilitas biaya, tetapi juga pada peningkatan reputasi nasional dan internasional. Fokus pengembangan Unusa saat ini adalah "berkembang vertikal ke atas", bukan sekadar menambah program studi (prodi) S1.

Baca Juga: Tujuh Mahasiswa UNUSA Lulus Program INTENSE Taiwan

"Kami tidak ingin berkembang ke samping dengan menambah Prodi S1. Unusa ingin berkembang vertikal ke atas dengan menambah dan mengembangkan Prodi S2 atau profesi," jelas Prof. Jazidie.

Untuk mewujudkan pengembangan vertikal, Unusa memiliki dua strategi utama. Pertama, Unusa berencana meluncurkan Program Studi (Prodi) Kelas Internasional S1 Keperawatan sebagai respons terhadap tingginya permintaan lulusan di luar negeri, terutama di sektor keperawatan.

"Di keperawatan permintaan dari luar negeri cukup besar. Unusa ingin membekali para mahasiswanya untuk itu," kata Jazidie.

Kedua, Unusa sedang mempersiapkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai upaya menjalankan amanah dari pemerintah dalam pemenuhan tenaga dokter spesialis. Pada tahap awal, Unusa akan memproses pembukaan lima PPDS, dengan prioritas pada PPDS Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta PPDS Pulmonologi (Paru).

Baca Juga: Jalin Kerja Sama dengan Persid Jember, UIN KHAS Sediakan Beasiswa untuk Pemain

"Pembukaan PPDS prosesnya sedang berjalan. Jika tidak ada aral melintang, awal tahun 2026 Unusa sudah bisa menerima mahasiswa baru di program itu," ungkap Prof. Jazidie. Selain PPDS, Unusa juga tengah menyiapkan jenjang S2 untuk Kesehatan Masyarakat dan program Profesi Gizi.

Terkait jadwal PMB 2026, pendaftaran Unusa telah dibuka mulai bulan Oktober. Khusus untuk Fakultas Kedokteran (FK), seleksi masuk gelombang pertama akan diadakan pada awal November.

Menurut Rektor, kebijakan pembukaan pendaftaran lebih awal ini memiliki dua tujuan. Pertama, memberikan kesempatan kedua bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di Surabaya, dan belum diterima pada tahun akademik sebelumnya. Kedua, memberikan kepastian.

"Kebijakan ini diambil untuk memberi kesempatan bagi mereka yang tahun akademik lalu belum diterima dan memastikan tahun 2026 bisa kuliah. Selain itu Unusa juga ingin memberi kepastian bagi siswa SLTA yang sudah berada di kelas akhir dan memang serius mau kuliah untuk bisa menentukan pilihannya sejak dini," tutup Prof. Jazidie.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.