Selasa, 16 Jun 2026 18:01 WIB

Sinergi TJSL Petrokimia Gresik Hasilkan Dua Penghargaan di CSR & PDB Award 2025

Foto: Petani binaan PG bersama karyawati PG saat kegiatan panen di Green House Desa Tawangargo Malang. (Petrokimia Gresik/jatimnow.com)
Foto: Petani binaan PG bersama karyawati PG saat kegiatan panen di Green House Desa Tawangargo Malang. (Petrokimia Gresik/jatimnow.com)

jatimnow.com-Petrokimia Gresik (PG), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia meriah dua penghargaan di ajang Corporate Social Responsibility & Pengembangan Desa Berkelanjutan (CSR & PDB) Award 2025 di Jakarta.

Dua penghargaan tersebut diraih Petrokimia Gresik atas peran aktifnya mendorong pengembangan desa secara berkelanjutan. Untuk penghargaan Gold atau predikat tertinggi diraih dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tawangargo Smart-Eco Farming Village (TAMENG). Kemudian penghargaan Silver diraih dari program TJSL Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar (Lontar).

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Nuril Huda, mewakili Direksi Petrokimia Gresik, menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada Petrokimia Gresik dalam mewujudkan masyarakat mandiri.

Dikatakannya, Petrokimia Gresik memiliki komitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat melalui program TJSL yang berlandaskan semangat berkelanjutan, begitu juga untuk program TAMENG maupun Lontar.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk menjalankan program TJSL yang semakin inovatif. Melalui program TAMENG dan Lontar, Petrokimia Gresik memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk menghadirkan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan," kata Nuril," ujarnya, Rabu (8/10/2025).

Adapun implementasi TAMENG telah berhasil menjadi solusi pertanian hortikultura dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Desa Tawangargo, Kec. Karangploso, Kab. Malang, Jawa Timur. Program yang mampu mendongkrak produktivitas ini sekarang bertransformasi menjadi Living Lab pertama berbasis masyarakat sebagai Model Kolaborasi Inklusif dalam Inovasi Berkelanjutan yang dikembangkan oleh petani binaan Petrokimia Gresik di Kabupaten Malang.

Living Lab ini digerakkan langsung oleh masyarakat. Petani bukan hanya menjadi objek, tapi bertindak sebagai subjek yang melakukan penelitian dan uji coba nyata untuk pertanian berkelanjutan.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

Sebagai Living Lab, TAMENG sekarang telah menjadi wadah bagi petani, peneliti, mahasiswa, hingga komunitas duduk bersama untuk menghadirkan solusi pertanian. Di sini ide-ide diuji, teknologi sederhana diterapkan, dan inovasi lahir dari upaya bersama untuk membuat perubahan. Berbagai kolaborasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan.

"Melalui transformasi yang kami lakukan, Alhamdulilah Tawangargo sekarang berkembang menjadi research center berbasis komunitas dari yang awalnya desa penghasil hortikultura. Pertanian dan peternakan di wilayah ini sekarang terintegrasi dengan wisata edukasi pertanian. TAMENG membuktikan bahwa desa bisa menjadi pusat inovasi. Tawangargo menjadi inspirasi bahwa masa depan pertanian Indonesia bisa dimulai dari desa," tutur Nuril.

Sementara itu, Lontar lahir dari sebuah pelatihan kue kering dan basah yang diadakan Petrokimia Gresik dengan mendatangkan pemateri kompeten. Dari pelatihan tersebut, ibu-ibu perwakilan dari tujuh kelurahan dan satu desa sekitar perusahaan mulai membentuk kelompok usaha kecil yang kemudian berkembang menjadi Lontar.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

Petrokimia Gresik terus memberikan pendampingan dan bantuan. Lontar saat ini telah aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan besar, seperti pengadaan konsumsi untuk kunjungan industri Perusahaan, Cokro Ekraf di Jl. HOS Cokroaminoto yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, kejuaraan voli Kapolri Cup, Bhayangkari Cup, LIVOLI, jalan sehat, serta kegiatan-kegiatan lainnya. Keikutsertaan dalam berbagai acara ini membuktikan bahwa produk-produk hasil UMK binaan Lontar semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat luas.

"Kami berharap program-program TJSL yang telah kami inisiasi dapat diadopsi oleh masyarakat luas. Dengan demikian, manfaat yang didapatkan semakin besar lagi,"pungkasnya.

 

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.