Selasa, 23 Jun 2026 07:43 WIB

4 Siswa SD di Lamongan Mual-Muntah Saat Hendak Menyantap Menu MBG

SDN Kedukbembem pasca kejadian diduga alami gejala keracunan MBG. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
SDN Kedukbembem pasca kejadian diduga alami gejala keracunan MBG. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak empat siswa SDN Kedukbembem, Kecamatan Mantup, Lamongan dilarikan ke Puskesmas karena mual dan pusing saat hendak menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Di antaranya muntah hingga tiga kali.

Dokter piket IGD Puskesmas Mantup, dr. Mita menjelaskan bahwa kondisi yang dialami para siswa tidak bisa dikatakan sebagai keracunan.

Baca Juga: Ribuan Relawan SPPG di Jember Geruduk Kantor DPRD, Minta MBG Tetap Dilanjutkan

"Yang perlu digarisbawahi bahwa keracunan itu harus sudah makan dan proses pencernaan lalu mengalami tanda lalu disampling dan ada hasilnya," kata dr. Mita, Rabu (1/10/2025).

Awalnya, dua anak datang dan mengaku muntah usai makan menu MBG. Lalu, dokter melakukan pemeriksaan.

"Kami periksa kedua anak tersebut, anak pertama mengaku badan panas, pusing dan mual sedikit. Pertama mengaku muntah tapi setelah ditanya berkali-kali bilangnya cuma mual," jelasnya.

Menurut pengakuan anak, bahwa mereka cuma makan sedikit dari menu MBG yakni tahu dan lauknya. Dari hasil pemeriksaan, anak tersebut juga tidak mengalami demam.

"Kemudian saya periksa anak kedua keluhannya sama tapi tidak muntah hanya mual, keduanya aman tidak ada tanda-tanda keracunan," katanya.

Baca Juga: Aksi di Bundaran Tugu Malang Memanas, Massa Desak MBG dan Kopdes Dihentikan

Pada saat itu, pihak Puskesmas menanyakan perihal kejadian apakah ada anak yang mengalami kondisi serupa. Ternyata, ada dua anak lagi yang dibawa ke Puskesmas, dengan kondisi muntah sebanyak 3 kali.

dr. Mita kemudian melakukan pemeriksaan, anak tersebut mengaku bahwa benar muntah tapi belum makan hanya membuka paket MBG.

"Saya coba makan tapi mual akhirnya minum susunya saja, tapi terus mual sampai ke Puskesmas," terang dr. Mita menirukan keterangan anak.

Dari hasil observasi, keempat anak tidak terdapat tanda kegawatdaruratan yang menunjukan tanda-tanda keracunan.

Baca Juga: Ketua MUI: Program MBG Mulia, Kekurangan Harus Diperbaiki Bukan Dihentikan

"Jadi kita disini sebagai dokter menyimpulkan 75 persen anak ini tidak keracunan tapi dia tidak suka dengan makanannya karena baru dibuka saja dia sudah muntah/mual, 25 persennya itu nanti kalau di anak mengalami keluhan lagi kita observasi ulang secata mendalam apakah ada unsur kasus keracunan," urainya.

Sementara itu, Camat Mantup, Suwanto menjelaskan bahwa MBG di SDN Kedukbembem baru berjalan sepekan. Total pelajarnya 25 siswa dan yang mengalami gejala keracunan 4 orang.

"Ya saya mengira tidak terbiasa karena sayurnya tadi dari pokcoi, dan anak-anak ini tidak terlalu familiar dengan aroma maupun rasa sayur pokcoi," ungkapnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.