Senin, 15 Jun 2026 23:13 WIB

Dear Anak Muda! Investasi Emas Belum Terlambat Kok, Pakai Jurus DCA

  • Penulis :
  • | Senin, 29 Sep 2025 14:45 WIB
Ilustrasi emas batangan.
Ilustrasi emas batangan.

jatimnow.com – Harga emas dunia terus menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini bukan sekadar fenomena jangka pendek, melainkan cerminan ketidakpastian ekonomi global dan tekanan inflasi yang belum mereda. Meski begitu, para ahli menilai momen ini bisa menjadi pintu masuk yang tepat bagi generasi muda untuk mulai berinvestasi emas.

“Emas memang diakui secara global sebagai safe haven, yaitu aset yang relatif aman ketika kondisi ekonomi atau politik tidak menentu,” ujar Dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri, Zulfia Rahmawati, SE., M.SEI., pada Senin (29/9/2025). Namun, ia mengingatkan bahwa emas sebaiknya tidak menjadi satu-satunya instrumen, melainkan bagian dari portofolio investasi jangka panjang.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp3.087.000 per Gram, Naik Rp40 Ribu

Banyak anak muda kerap bertanya apakah sudah terlambat untuk mulai berinvestasi emas sekarang, mengingat harganya sudah tinggi. Jawabannya: tidak sama sekali.

“Emas tetap sangat cocok untuk anak muda zaman sekarang, dan belum terlambat sama sekali untuk mulai sekarang, asal tahu cara dan tujuannya,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa dirinya sendiri mulai membeli emas sejak masih mahasiswa, dengan harga saat itu hanya Rp300 ribuan per gram, dan hingga kini masih disimpan sebagai tabungan jangka panjang.

Menurutnya, ada dua alasan kuat mengapa anak muda justru lebih diuntungkan jika mulai menabung emas sekarang. Pertama, tren jangka panjang emas cenderung naik mengikuti inflasi. Kedua, anak muda punya keunggulan waktu, semakin cepat mulai, semakin lama waktu emas untuk bertumbuh.

Baca Juga: Milad ke-5, BSI Gelar Langkah Emas Ajak Masyarakat Hidup Sehat dan Melek Investasi

Bagi yang baru memulai, ia menyarankan menggunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli emas secara rutin setiap bulan tanpa perlu menebak-nebak kapan harga paling murah. “Jangan menunggu harga terendah, karena market timing itu sangat sulit,” tegasnya.

Selain itu, anak muda juga bisa memanfaatkan layanan tabungan emas digital di Pegadaian, yang memungkinkan pembelian mulai dari Rp10.000. “Ini cara yang sangat efektif, apalagi bagi pemula. Modal kecil tapi bisa konsisten, sekaligus melatih disiplin menabung,” tambahnya.

Baca Juga: Badai Emas Pegadaian 2025, 43 Nasabah Surabaya Beruntung Raih Hadiah

Di tengah tren konsumtif generasi muda, emas bisa menjadi alternatif gaya hidup baru yang lebih sehat. Bukan hanya sekadar mengikuti hype, tapi membangun kebiasaan keuangan yang berorientasi masa depan.

“Anak muda punya waktu panjang untuk melihat emas bertumbuh. Jadi jangan takut telat, justru sekarang saatnya mulai,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.