Selasa, 16 Jun 2026 10:58 WIB

Davina dan Sabrina Jadi Wisudawan Termuda ITS, Lulus Sarjana di Usia 20 Tahun

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 21 Sep 2025 16:10 WIB
Wan Sabrina Mayzura menerima ijazah sarjana dari Rektor ITS Prof Bambang Pramujati pada Wisuda ke-132 ITS. (Foto/Humas ITS)
Wan Sabrina Mayzura menerima ijazah sarjana dari Rektor ITS Prof Bambang Pramujati pada Wisuda ke-132 ITS. (Foto/Humas ITS)

jatimnow.com - Usia muda bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Hal itu dibuktikan oleh dua mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Davina Panorama Viradhika dan Wan Sabrina Mayzura.

Pada Wisuda ITS ke-132 yang digelar mulai Sabtu (20/9/2025), keduanya resmi menyandang gelar sarjana di usia baru 20 tahun 4 bulan.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Perjalanan mereka tidak singkat. Masing-masing ditempa oleh proses panjang sejak bangku sekolah hingga akhirnya menuntaskan studi sarjana dalam delapan semester.

Davina, mahasiswi S1 Teknik Industri, lahir di Malang pada 25 Mei 2005. Sejak kecil, ia sudah terbiasa dengan ritme belajar cepat.

Saat di SMPN 3 Malang, Davina mendapat kesempatan mengikuti program akselerasi dan berhasil lulus hanya dalam dua tahun. Hal serupa kembali terulang di SMAN 3 Malang, membuatnya menyelesaikan sekolah lebih cepat dibanding teman sebayanya.

“Saya kembali dipilih untuk program akselerasi saat SMA karena sudah pernah ikut program serupa di SMP. Awalnya sulit beradaptasi, tapi lama-lama terbiasa dengan ritme belajar yang padat,” ungkap putri pasangan Dandung Kusdiantoro dan Tatik Yuniati itu.

Di ITS, Davina tidak hanya fokus pada akademik. Ia aktif dalam kepanitiaan Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), khususnya Departemen Industrial Engineering (IE) Fair. Kesempatan menjadi asisten laboratorium juga membawanya berkunjung ke sejumlah perusahaan besar, termasuk PT Insera Sena, produsen sepeda Polygon.

Setelah resmi diwisuda akhir September nanti, Davina berencana mengeksplorasi pengalaman kerja.

“Saya ingin mencoba magang di berbagai bidang yang sesuai dengan minat dan jurusan. Saat ini fokus saya mencari pengalaman sebanyak mungkin,” tutur Davina yang gemar bermain basket dan musik.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik

Berbeda dengan Davina, Sabrina memulai pendidikan lebih cepat sejak SD. Gadis kelahiran Pekanbaru, 20 Mei 2005, itu sudah masuk SDN 50 Bengkalis pada usia lima tahun.

“Saat itu tidak banyak sekolah yang mau menerima anak seusia saya. Jadi saya bersyukur bisa mulai sekolah lebih awal,” kenang putri pasangan Wan Muhammad Faizal dan Dariana.

Perjalanan akademiknya terus melesat. Lulus SMA lebih cepat dari SMAN 8 Pekanbaru dengan Beasiswa Pemprov Riau, Sabrina sudah duduk di bangku kuliah ITS saat usianya baru 16 tahun.

Di kampus, ia aktif tidak hanya di kelas, tetapi juga dalam kegiatan sosial. Ia ikut kepanitiaan dan pengabdian masyarakat, salah satunya melalui KKN Abmas.

Kini, selepas diwisuda pada hari pertama Wisuda ke-132, Sabrina melanjutkan pendidikan pascasarjana di ITS lewat beasiswa FAST-D. Ia bahkan menargetkan bisa menyelesaikan program S2 dan S3 sekaligus.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

“Saya ingin agar ilmu ini tidak hanya berhenti pada diri saya, tapi juga bisa berdampak lebih luas bagi masyarakat,” ujar sulung dari dua bersaudara itu.

Semangat Sabrina sejalan dengan komitmen ITS terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas.

Kisah Davina dan Sabrina menjadi bukti bahwa dengan konsistensi, dukungan keluarga, serta kesempatan yang tepat, generasi muda mampu menembus batas usia.

ITS, melalui para lulusannya, kembali menunjukkan perannya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.