Senin, 08 Jun 2026 02:04 WIB

Foto: GasKU Primadona Pengemudi Taksi

Petugas melakukan pengisian GasKU, merek produk bahan bakar gas (BBG) berbasis Compressed Natural Gas (CNG), di Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel Surabaya, Kamis (18/9/2025). SPBG Ngagel ini menjadi pusat aktivitas, menyuplai bahan bakar bagi kendaraan
Petugas melakukan pengisian GasKU, merek produk bahan bakar gas (BBG) berbasis Compressed Natural Gas (CNG), di Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel Surabaya, Kamis (18/9/2025). SPBG Ngagel ini menjadi pusat aktivitas, menyuplai bahan bakar bagi kendaraan

jatimnow.com - GasKU, merek produk bahan bakar gas (BBG) berbasis Compressed Natural Gas (CNG) menjadi primadona penyedia jasa transportasi. Selain ramah lingkungan, energi yang dikelola oleh anak perusahaan PT PGN Tbk selalu Subholding Gas Pertamina, PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) ini juga ramah di kantong. Alhasil, kehadiran GasKu menjadi oase bagi penyedia jasa transportasi, terutama para pengemudi taksi.

Hal itu diakui oleh Jais, pengemudi taksi Blue Bird di kota Surabaya. Selama dua tahun terakhir, Jais setia mengendarai taksi berbahan bakar CNG, dan hasilnya sungguh memuaskan. Dengan harga yang bersahabat, sekitar Rp4.500 per liter setara premium (LSP), Jais bisa menghemat biaya operasional. Penghematan yang bisa dirasakan mencapai 30-55% dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga: PGN Pasok Gas Bumi ke RSUP Sardjito, Dorong Green Hospital

"BBM taksi ini kan dibebankan ke driver. Sehingga dengan menggunakan CNG, keuntungan saya lebih gede," kata disela antri pengisian GasKu di Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel Surabaya, Kamis (18/9/2025).

Ia pun bercerita, perandingan CNG dengan BBM sangat fantastis. Jika menggunakan BBM, untuk menempuh jarak 10 kilometer bisa habis Rp10 ribu. Sekarang, dengan CNG, 10 kilometer cuma butuh Rp4.500.

"Bayaran dan komisi tetap sama, tapi biaya bahan bakar jauh lebih murah. Jadi, keuntungan saya berlipat ganda," jelasnya. Dengan mengisi CNG hanya dua kali sehari, Jais bisa menjalankan tugasnya sebagai pengemudi taksi dengan tenang dan menguntungkan.

BBG, dengan produk andalannya "Gasku," menawarkan alternatif bahan bakar yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan bagi para pengemudi taksi.

Di kota Surabaya, Stasiun pengisian BBG SPBG Ngagel menjadi pusat aktivitas, menyuplai bahan bakar bagi kendaraan pribadi dan transportasi umum, termasuk taksi.

Selain lebih ekonomis, Gasku juga menawarkan keunggulan dalam hal performa dan dampak lingkungan. Nilai oktan yang tinggi menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dan sempurna, sehingga mengurangi emisi gas buang yang berbahaya.

Untuk dapat menggunakan Gasku, kendaraan perlu dilengkapi dengan converter kit, yang memungkinkan mesin beroperasi dengan dua jenis bahan bakar (dual fuel). Sistem ini memberikan fleksibilitas bagi pengemudi untuk memilih bahan bakar sesuai kebutuhan dan ketersediaan.

Dengan adanya BBG, maka layanan gas bumi PGN di wilayah SOR III semakin lengkap untuk menjadi solusi energi yang ramah lingkungan dan efisien bagi masyarakat.

Berikut Foto-foto Antrian Pengisian GasKU di Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel:

 

Antrian pengisian GasKU, merek produk bahan bakar gas (BBG) berbasis Compressed Natural Gas (CNG), di Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel Surabaya, Kamis (18/9/2025). SPBG Ngagel ini menjadi pusat aktivitas, menyuplai bahan bakar bagi kendaraan pribadi dan transportasi umum, termasuk taksi. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).Antrian pengisian GasKU, merek produk bahan bakar gas (BBG) berbasis Compressed Natural Gas (CNG), di Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel Surabaya, Kamis (18/9/2025). SPBG Ngagel ini menjadi pusat aktivitas, menyuplai bahan bakar bagi kendaraan pribadi dan transportasi umum, termasuk taksi. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).

Baca Juga: Green Port PTP Nonpetikemas Prioritaskan Kesehatan Pekerja

 

Petugas melayani pengisian GasKU, merek produk bahan bakar gas (BBG) di Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel Surabaya, Kamis (18/9/2025). Pengguna Gasku dapat menghemat biaya energi sekitar 30 – 55% jika dibandingkan dengan BBM subsidi maupun non subsidi. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).Petugas melayani pengisian GasKU, merek produk bahan bakar gas (BBG) di Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel Surabaya, Kamis (18/9/2025). Pengguna Gasku dapat menghemat biaya energi sekitar 30 – 55% jika dibandingkan dengan BBM subsidi maupun non subsidi. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).

 

Petugas menyemprotkan cairan berbusa ke converter kit saat proses pengisian bahan bakar gas (BBG) di Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel Surabaya, Kamis (18/9/2025). Penyemprotan tersebut untuk memastikan tidak ada kebocoran. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).Petugas menyemprotkan cairan berbusa ke converter kit saat proses pengisian bahan bakar gas (BBG) di Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel Surabaya, Kamis (18/9/2025). Penyemprotan tersebut untuk memastikan tidak ada kebocoran. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).

 

Untuk dapat menggunakan BBG, kendaraan harus memasang converter kit sebagai sistem tambahan pembakaran mesin kendaraan yang tadinya hanya bisa menggunakan BBM, dapat bekerja menggunakan BBG. Kendaraan yang sudah menggunakan converter kit akan memiliki dua jenis bahan bakar (dual fuel) yang dapat digunakan secara bergantian. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).Untuk dapat menggunakan BBG, kendaraan harus memasang converter kit sebagai sistem tambahan pembakaran mesin kendaraan yang tadinya hanya bisa menggunakan BBM, dapat bekerja menggunakan BBG. Kendaraan yang sudah menggunakan converter kit akan memiliki dua jenis bahan bakar (dual fuel) yang dapat digunakan secara bergantian. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).

Baca Juga: Pertamina Jamin Stok LPG 3 Kg Aman Selama Libur Idul Adha di Jatim

 

Petugas melayani pengisian GasKU, merek produk bahan bakar gas (BBG) di Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel Surabaya, Kamis (18/9/2025). Layanan BBG menunjukkan komitmen PGN untuk mendukung pemerintah terutama program konversi BBM ke BBG, agar masyarakat menggunakan bahan bakar kendaraan yang lebih ramah lingkungan. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).Petugas melayani pengisian GasKU, merek produk bahan bakar gas (BBG) di Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel Surabaya, Kamis (18/9/2025). Layanan BBG menunjukkan komitmen PGN untuk mendukung pemerintah terutama program konversi BBM ke BBG, agar masyarakat menggunakan bahan bakar kendaraan yang lebih ramah lingkungan. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).

 

Dengan hadirnya BBG, PGN wilayah SOR III memiliki solusi energi lengkap yang ramah lingkungan dan efisien bagi masyarakat. PGN SOR III melayani berbagai sektor pelanggan melalui jaringan pipa gas dan infrastruktur pendukung, serta melalui Gagas dengan produk CNG termasuk BBG untuk transportasi. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).Dengan hadirnya BBG, PGN wilayah SOR III memiliki solusi energi lengkap yang ramah lingkungan dan efisien bagi masyarakat. PGN SOR III melayani berbagai sektor pelanggan melalui jaringan pipa gas dan infrastruktur pendukung, serta melalui Gagas dengan produk CNG termasuk BBG untuk transportasi. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).

 

Suasana aktifitas Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel Surabaya, Kamis (18/9/2025). SPBG Ngagel ini menjadi pusat aktivitas, menyuplai bahan bakar bagi kendaraan pribadi dan transportasi umum, termasuk taksi. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).Suasana aktifitas Stasiun pengisian BBG (SPBG) Ngagel Surabaya, Kamis (18/9/2025). SPBG Ngagel ini menjadi pusat aktivitas, menyuplai bahan bakar bagi kendaraan pribadi dan transportasi umum, termasuk taksi. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com).

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.