Selasa, 23 Jun 2026 05:01 WIB

Passion vs Realita, Mana yang Lebih Penting? Ini Wejangan Nicholas Saputra dan Najwa Shihab

Nicholas Saputra dan Najwa Shihab memberikan pandangan tentang dilema passion vs realita kepada ribuan mahasiswa di Surabaya dalam acara Generasi Campus Roadshow 2025. (Foto/jatimnow.com)
Nicholas Saputra dan Najwa Shihab memberikan pandangan tentang dilema passion vs realita kepada ribuan mahasiswa di Surabaya dalam acara Generasi Campus Roadshow 2025. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com – Ribuan mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya memadati Airlangga Convention Center pada Selasa (26/8) untuk mengikuti Generasi Campus Roadshow 2025.

Acara yang diselenggarakan oleh Grab Indonesia berkolaborasi dengan Narasi ini menghadirkan sejumlah tokoh inspiratif, termasuk aktor Nicholas Saputra dan jurnalis Najwa Shihab.

Tema utama yang diangkat adalah dilema klasik yang sering dihadapi generasi muda: memilih pekerjaan sesuai passion atau mengejar stabilitas karier. Nicholas Saputra,  menegaskan pentingnya bersikap realistis dalam hidup.

"Kita semua butuh penghasilan yang stabil, tapi bukan berarti kita tidak bisa mempelajari passion atau hal yang kita sukai. Justru, passion itu bisa jadi mendukung pekerjaan kita," ujarnya.

Aktor kelahiran 1984 ini menambahkan bahwa setiap pengetahuan yang dipelajari, sekecil apapun, pasti akan saling mendukung.

Baca Juga: Jangan Kalap! Ini Panduan Pola Makan Seimbang Saat Lebaran

Ia juga mengingatkan agar anak muda terus mengikuti perkembangan zaman dan mengenali diri sendiri dalam mencari passion yang relevan.

"Tidak ada salahnya untuk berbeda. Yang penting, kita tahu purpose kita," tegasnya.

Sementara Najwa Shihab,  menyampaikan bahwa perdebatan antara passion dan stabilitas kerja sebenarnya tidak perlu terjadi. Menurutnya, bentuk passion dapat berubah seiring fase kehidupan.

"Bentuk itu bisa berubah. Passion yang keras kepala tidak akan bertahan lama. Ia harus lentur, tapi kelenturannya harus dijaga dengan niat awal," jelas Najwa.

Ia mencontohkan perjalanan karirnya sendiri, dari jurnalis lapangan hingga pendiri perusahaan media Narasi. Perubahan bentuk passion ini, menurutnya, adalah hal yang wajar.

"Passion tidak harus selalu tampil dalam pekerjaan utama, tapi bisa hidup di sela-sela kehidupan kita," imbuhnya.

Baca Juga: Tabir Gelap Klausula Baku Bank, Mengapa Nasabah OCBC NISP Bisa Kehilangan Dana?

Melinda Savitri, Country Marketing and Communications Head Grab Indonesia, menjelaskan bahwa Generasi Campus Roadshow bertujuan untuk memberikan ruang bagi anak muda dalam mengeksplorasi minat dan mengembangkan diri.

"Sebagai teman sefrekuensi yang relevan dan inklusif, Generasi Campus Roadshow diharapkan dapat terus mendampingi Gen Z dalam perjalanan mewujudkan mimpi mereka," katanya.

Surabaya menjadi kota pertama dalam rangkaian Generasi Campus Roadshow 2025. Acara ini akan berlanjut ke Surakarta, Bogor, Makassar, Medan, dan Bandung.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.