Senin, 08 Jun 2026 08:42 WIB

Kekuatan Visual, Warna dalam Gerakan Sosial di Indonesia

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 16 Sep 2025 15:01 WIB
Dosen DKV Petra Christian University, Asthararianty. (Foto/Dok Pribadi)
Dosen DKV Petra Christian University, Asthararianty. (Foto/Dok Pribadi)

jatimnow.com - Gelombang aksi unjuk rasa yang dikenal dengan "17+8 Tuntutan Rakyat" beberapa waktu lalu menarik perhatian publik, tidak hanya karena tuntutannya, tetapi juga karena penggunaan visual yang khas, yaitu kombinasi warna hijau dan pink (merah muda). Lantas, seberapa efektifkah penggunaan warna dalam gerakan sosial?

Aksi ini muncul sebagai respons terhadap berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari reshuffle kabinet hingga polemik tunjangan anggota dewan.

Baca Juga: Revitalisasi Tenun Jombang Dongkrak Ekonomi Pekerja Seni Lokal

Banyak pihak menilai bahwa kebijakan tersebut kurang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Visual kampanye "17+8 Tuntutan Rakyat" yang didistribusikan melalui media sosial menggunakan warna hijau dan pink secara mencolok.

Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) Petra Christian University (PCU) Surabaya, Asthararianty, menjelaskan bahwa warna memiliki peran penting dalam komunikasi, terutama dalam gerakan sosial.

"Warna bukan sekadar elemen estetika, tapi bahasa universal yang mampu menyampaikan pesan, membangkitkan emosi, dan menyatukan berbagai kelompok masyarakat," ujarnya.

Astha, sapaan akrabnya, yang juga merupakan alumni PCU dan saat ini sedang menempuh pendidikan S3, menjelaskan makna psikologis dan kultural dari kedua warna tersebut.

"Warna pink secara psikologis melambangkan kelembutan dan empati, sementara secara kultural dapat merepresentasikan solidaritas. Di sisi lain, warna hijau secara psikologis mengasosiasikan kesegaran dan ketenangan, dan secara kultural menjadi simbol kehidupan. Makna-makna ini dapat berubah seiring waktu dan latar belakang budaya yang berbeda," jelasnya.

Baca Juga: UK Petra Pertahankan Gelar PTS Kristen Terbaik di Indonesia Versi QS AUR 2026

Dalam konteks gerakan sosial, pemilihan warna tidak boleh dilakukan secara sembarangan. "Harus mengetahui tujuan dan juga dasar teorinya," tegas Astha.

Penggunaan warna yang konsisten dan berulang dapat memperkuat daya ingat audiens terhadap pesan yang ingin disampaikan.

Astha yang telah menjadi dosen DKV sejak tahun 2009 berpendapat bahwa simbol visual, terutama warna, jauh lebih efektif dalam menjangkau audiens yang lebih luas.

"Visual memiliki kekuatan yang tidak terbatas, yang mampu membangun sebuah jembatan emosi kepada persepsi dan juga sebuah identitas," pungkasnya.

Baca Juga: Impor Solar Disetop 2026, Siapkah Indonesia? Ini Kata Ekonom

Penggunaan warna hijau dan pink dalam "17+8 Tuntutan Rakyat" diduga menjadi salah satu faktor yang membuat gerakan ini mudah diingat dan menarik perhatian publik. Kombinasi kedua warna ini menciptakan kesan yang unik dan berbeda dari gerakan sosial lainnya.

Lantas, apakah penggunaan warna hijau dan pink benar-benar efektif dalam menggerakkan rakyat? Hal ini tentu perlu kajian lebih lanjut.

Namun, satu hal yang pasti, warna memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan secara luas dan mendalam. Melalui visual dan pemilihan warna yang tepat, koneksi emosional dan identitas dapat terbangun, membuat pesan tidak hanya diterima tetapi juga dirasakan.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.