Senin, 22 Jun 2026 03:02 WIB

Alat Pemantauan Aktivitas Gunung Kelud di Blitar Milik Badan Geologi Dicuri

  • Penulis :
  • | Kamis, 11 Sep 2025 10:30 WIB
Foto: Peralatan milik badan geologi yang hiang dicuri di Blitar (Badan Geologi/jatimnow.com)
Foto: Peralatan milik badan geologi yang hiang dicuri di Blitar (Badan Geologi/jatimnow.com)

jatimnow.com-Alat pemantauan aktivitas Gunung Kelud yang terpasangan di Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar hilang dicuri. Alat tersebut merupakan milik Badan Geologi, Kementerian ESDM. dilaporkan hilang dicuri. Selama ini alat deteksi senilai Rp1,5 miliar itu sangat berfungsi untuk mengamati aktivitas Gunung Kelud di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, dengan ketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pengamat Gunung Kelud, Budi Prianto mengatakan kejadian itu diketahui berawal dari tidak adanya data yang terekam pada Senin (8/9/2025) lalu. Petugas awalnya menduga alat yang terpasang ini rusak atau mati. Mereka lalu melakukan pengecekan dan menemukan bahwa alat pemantau ini telah hilang. “Awalnya alat ini sempat mati beberapa hari sebelum kejadian. Biasanya kalau mati itu karena aki ngedrop atau ketutupan, jadi kami tidak menyangka. Saat kami datangi tanggal 8 September, ternyata sudah dibobol,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Peralatan yang hilang di antaranya GNSS Leica GR30 beserta kabel, Seismik Broadband Certimus plus kabel, kabel grounding tower dan penangkal petir, kabel solar panel, 6 unit accu Panasonic LC-P1275NA, kabel accu, serta switch hub moxa. Akibat pencurian ini, aktivitas pemantauan Gunung Kelud mengalami gangguan. Namun, Budi memastikan, secara umum pemantauan masih berjalan karena alat yang dicuri tersebut merupakan perangkat cadangan (back up). “Hanya saja nanti analisa data yang bisa terganggu,” ujarnya.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Pihak Badan Geologi melaporkan kasus pencurian ini ke Polsek Gandusari. Kerugian dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp1,5 Miliar. Gunung Kelud yang terletak di perbatasan Kabupaten Blitar, Kediri, dan Malang merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia. Alat pemantauan aktivitas vulkanik menjadi sangat vital untuk mendeteksi potensi erupsi sejak dini. "Kalau kerugian material harga sekitar Rp1,5 miliar," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.