Minggu, 21 Jun 2026 05:36 WIB

Monumen Ayam Jago, Ikon Baru Surabaya yang Abadikan Legenda Sawunggaling

  • Penulis :
  • | Rabu, 10 Sep 2025 13:05 WIB
Foto: Keindahan monumen ayam jago di malam hari (Fatkhur Rizky/jatimnow.com)
Foto: Keindahan monumen ayam jago di malam hari (Fatkhur Rizky/jatimnow.com)

jatimnow.com-Kota Surabaya kini memiliki ikon baru di wilayah Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri. Sebuah Monumen Ayam Jago resmi berdiri kokoh di Jalan Raya Menganti, tak jauh dari makam tokoh legendaris Raden Sawunggaling atau Joko Berek. Kehadirannya bukan sekadar hiasan kota, melainkan penanda sejarah lahirnya Kota Pahlawan.

Camat Lakarsantri, Yongky Kuspriyanto Wibowo menjelaskan, monumen tersebut menjadi simbol perjuangan Joko Berek yang dikenal sebagai putra Adipati Jayengrono, penguasa Kadipaten Surabaya tempo dulu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

“Monumen ini bukan hanya tanda sejarah, tapi juga mengingatkan kita pada cikal bakal berdirinya Surabaya,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).

Menurut kisah yang turun-temurun diceritakan para sesepuh, Joko Berek dikenal gemar memelihara sekaligus mengadu ayam jago. Ketika mencari ayahnya, ia membawa selendang kuning pemberian ibunya, Dewi Sangkrah, menuju Kadipaten Surabaya. Di sana ia bertemu dua saudara tirinya, Sawungrana dan Sawungsari, yang semula meragukan pengakuannya sebagai putra Adipati Jayengrono.

“Joko Berek akhirnya ditantang bertarung ayam jago dan memanah. Setelah berhasil memenangkan tantangan, barulah ia diakui dan bertemu langsung dengan Jayengrono,” jelas Yongky.

Namun perjuangan Joko Berek tidak berhenti di sana. Jayengrono lantas memintanya membuka hutan Wonokromo, yang kemudian menjadi titik awal berdirinya Kota Surabaya. Sejak saat itu, ayam jago selalu melekat dalam kisah perjalanan hidup Joko Berek, hingga kini diabadikan dalam bentuk monumen.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Monumen Ayam Jago yang baru ini menjulang setinggi 7 meter dan dikerjakan oleh seniman lokal Surabaya dalam waktu sekitar tiga pekan. Letaknya dipilih berdekatan dengan makam Sawunggaling agar masyarakat dan peziarah mudah menjangkaunya.

Sementara itu, Ketua LPMK Lidah Wetan, M. Andi Bocor, keberadaan monumen ini sesungguhnya menghidupkan kembali jejak sejarah.

“Dulu sudah pernah ada monumen ayam jago yang dibangun leluhur kami, tapi hilang pada masa kolonial Belanda. Karena itu warga meminta kepada Wali Kota Eri Cahyadi agar dibangunkan lagi,” tuturnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Andi menambahkan, monumen lama tidak setinggi yang sekarang. Ia berharap keberadaan ikon baru ini mampu mendongkrak wisata sejarah, religi, sekaligus seni budaya di kawasan Surabaya barat

"Dengan hadirnya Monumen Ayam Jago, kawasan Lidah Wetan tidak hanya menampilkan simbol sejarah, tetapi juga membuka peluang besar untuk pengembangan wisata edukasi, religi, dan budaya di Kota Surabaya, " pungkasnya.

Reporter: Fatkhur Rizky

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.