Senin, 08 Jun 2026 22:16 WIB

Pajak Tambang vs PPN, Mana yang Lebih Adil?

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 09 Sep 2025 21:29 WIB
Selama ini, kebijakan pajak dinilai kurang adil dan cenderung membebani masyarakat. (Foto: Ilustrasi/Superai)
Selama ini, kebijakan pajak dinilai kurang adil dan cenderung membebani masyarakat. (Foto: Ilustrasi/Superai)

jatimnow.com – Di tengah isu kenaikan PPN yang membebani masyarakat, lembaga kajian Transisi Bersih justru mendorong pemerintah untuk lebih fokus meningkatkan pajak dari industri ekstraktif, seperti nikel dan batu bara. Mereka menilai, potensi pendapatan negara dari sektor ini jauh lebih besar dan lebih adil.


Direktur Eksekutif Transisi Bersih, Abdurrahman Arum, menyatakan bahwa momentum pergantian Menteri Keuangan menjadi kesempatan emas untuk membenahi sistem perpajakan nasional. Selama ini, kebijakan pajak dinilai kurang adil dan cenderung membebani masyarakat.

"Jika PPN naik menjadi 12%, dampaknya pada pendapatan negara tidak seberapa dibandingkan jika kita mengoptimalkan pajak dari sektor ekstraktif. Potensi pajak dari nikel dan batu bara itu jauh lebih besar," tegas Abdurrahman Arum di Jember, Selasa (09/9/2025).

Transisi Bersih mengungkap, bahwa wacana kenaikan PPN menjadi 12�n kenaikan pajak daerah akibat pengurangan dana transfer telah memicu penolakan dari masyarakat. Mereka menilai kebijakan perpajakan saat ini tidak adil dan menuntut agar PPN diturunkan serta Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dinaikkan.

Hasil riset Transisi Bersih menunjukkan bahwa kebijakan larangan ekspor bijih nikel mentah dan insentif besar-besaran untuk pembangunan smelter justru memicu over investment dan over production di sektor nikel.

Baca Juga: Awasi Gaji Pekerja, DJP Jatim III & BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Data

Akibatnya, kapasitas smelting nikel melonjak 15 kali lipat hanya dalam tujuh tahun, menyebabkan surplus produksi, menekan harga nikel dunia, dan mempercepat penipisan cadangan nikel Indonesia.

"Selama ini, tax holiday, pembebasan bea masuk, dan subsidi energi yang berlebihan justru menciptakan ketidakadilan. Perusahaan asing menikmati keuntungan, sementara masyarakat menanggung dampak lingkungan dan sosial," jelas Rahman.

Transisi Bersih berharap, dengan menteri keuangan yang baru, pemerintah dapat lebih serius menggarap potensi pajak dari industri ekstraktif yang selama ini kurang optimal, daripada terus mengandalkan PPN yang membebani masyarakat.

Baca Juga: Pebisnis Properti Surabaya Bongkar Strategi Pajak Legal via Propertypreneurs

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.