Sabtu, 20 Jun 2026 10:47 WIB

Gerakan Bela Kompol Cosmas, Masyarakat Sipil Desak Keadilan untuk Aparat

Kompol Cosmas, anggota Korps Brimob Polri yang tengah menghadapi proses pemeriksaan terkait kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang pengemudi ojol. (Foto/obor timur)
Kompol Cosmas, anggota Korps Brimob Polri yang tengah menghadapi proses pemeriksaan terkait kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang pengemudi ojol. (Foto/obor timur)

jatimnow.com - Gelombang dukungan untuk Kompol Cosmas, anggota Korps Brimob Polri yang tengah menghadapi proses pemeriksaan terkait kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang pengemudi ojek online (ojol), terus mengalir.

Solidaritas itu terwujud dalam gerakan tagar Save Kompol Cosmas yang diinisiasi oleh berbagai elemen masyarakat sipil.

Baca Juga: Delegasi Pekerja Indonesia di Jenewa Soroti Nasib Rohingya

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Keadilan dan Kebijakan Publik (JKKP), William Yani Wea, menyatakan bahwa gerakan ini lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap keadilan, profesionalisme, dan perlindungan bagi aparat penegak hukum yang telah mengabdikan diri kepada negara.

"Kami, dari keluarga besar masyarakat sipil, komunitas pendukung aparat penegak hukum, dan berbagai organisasi sosial, menyatakan sikap solidaritas dan dukungan penuh kepada Kompol Cosmas," tegas Willy, sapaan akrabnya.

Willy mengungkapkan, Kompol Cosmas dikenal sebagai perwira yang berintegritas, berdedikasi tinggi, dan selalu mengutamakan tugas dan tanggung jawab di atas kepentingan pribadi.

"Dalam setiap pengabdiannya, beliau selalu menjunjung tinggi prinsip profesionalisme, disiplin, dan loyalitas demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," imbuhnya.

Sebagai seseorang yang mengenal dekat sosok Kompol Cosmas, Willy menilai bahwa situasi yang dihadapi saat ini berpotensi menimbulkan persepsi yang tidak seimbang di mata publik.

"Saya mengenal Kompol Cosmas sebagai sosok perwira yang baik, humble, dan humanis. Beliau layak mendapatkan perlindungan hukum, keadilan prosedural, serta penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah," ujarnya.

Pengamat kebijakan publik ini juga menekankan pentingnya perlakuan yang adil, transparan, dan proporsional terhadap setiap aparat yang berjuang di garis depan, tanpa adanya tekanan politik maupun opini sepihak.

Baca Juga: William Yani Wea dan Tonny Pangaribuan Wakili Indonesia di ILC 114

Senada dengan Willy, Ketua Umum Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia atau Serikat Pekerja IMPPI menegaskan bahwa gerakan #SaveKompolCosmas lahir sebagai wujud solidaritas masyarakat terhadap aparat yang bekerja dengan sepenuh hati.

"Kami percaya bahwa dengan dukungan publik, transparansi, dan keberanian menegakkan kebenaran, keadilan akan berpihak pada yang benar. Kami berdiri bersama Kompol Cosmas demi Indonesia yang berkeadilan," pungkasnya.

Gerakan #SaveKompolCosmas juga menyampaikan beberapa poin sikap terkait kasus ini:

1. Mendukung penuh Kompol Cosmas dalam menjalani proses hukum dan internal secara jujur, adil, dan transparan.

Baca Juga: BBM Gratis untuk 150 Ojol Warnai HUT Surabaya ke-733

2. Menolak kriminalisasi aparat yang bekerja sesuai prosedur, tanpa bukti kuat dan sah.

3. Mengajak masyarakat luas untuk menjaga objektivitas serta tidak mudah terprovokasi informasi yang tidak terverifikasi.

4. Mendorong pimpinan Polri agar memberikan perlindungan dan pendampingan hukum yang layak bagi Kompol Cosmas.

5. Memastikan penghargaan terhadap pengabdian aparat yang telah lama berjasa bagi bangsa dan negara.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.