Kamis, 18 Jun 2026 20:10 WIB

Cuma Modal Kuota, Biduan Madura Ini Jadi Jutawan Dadakan di TikTok

Fara Arsita, seorang penyanyi dangdut asal Pamekasan, Madura. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)
Fara Arsita, seorang penyanyi dangdut asal Pamekasan, Madura. (Foto: Ali Masduki/JatimNow.com)

jatimnow.com - Di era digital ini, banyak cara untuk meraih kesuksesan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok.

Fara Arsita, seorang penyanyi dangdut asal Pamekasan, Madura, telah membuktikan hal itu. Dengan dukungan jaringan XL Axiata, ia berhasil meraup jutaan rupiah dari hasil live TikTok.

Baca Juga: XLSMART Kantongi Pendapatan Rp 11,84 Triliun

Fara, yang telah menjadi pelanggan setia XL selama 16 tahun sejak 2009, mengaku sangat terbantu dengan jangkauan jaringan XL yang luas.

"Emang XL enak, Mas, dibawa kemana-mana. Jaringan ke pelosok-pelosok itu enak untuk live TikTok," ujarnya saat ditemui di XL Center Pemuda Surabaya, Kamis (04/9/2025).

Fara tidak hanya sekadar menyanyi live di TikTok. Ia juga memanfaatkan platform tersebut untuk berjualan. "Enggak cuma live-live nyanyi-nyanyi gitu. Oh iya, kan saweran gitu ya? Iya, saweran itu," jelasnya.

Penghasilan Fara dari live TikTok pun tidak main-main. "Tergantung sih, tergantung kalau sawerannya banyak ya dapatnya banyak. Sampai kadang 1 juta setengah, kadang sampai satu juta," ungkapnya.

Bahkan, dalam dua jam live, ia bisa mendapatkan hingga 2 juta rupiah. "Tidak sampai Rp2 juta," ralatnya sambil tersenyum.

Kesetiaan Fara terhadap XL bukan tanpa alasan. Ia merasakan betul manfaat jangkauan luas yang ditawarkan oleh operator seluler tersebut. "XL, jangkauan luas," tegasnya.

Baca Juga: Membangkitkan Roh Indonesia Raya pada Peringatan Hari Musik Nasional 2026

Dengan jaringan yang stabil dan luas, Fara bisa dengan lancar melakukan live TikTok di berbagai lokasi, termasuk di daerah-daerah pelosok.

Saat ditanya mengenai alasannya tetap setia menggunakan XL, Fara menjawab, "Karena XL enak."

Ia menambahkan bahwa XL sangat mendukung aktivitasnya sebagai penyanyi dangdut yang kini lebih banyak tampil secara online.

Sebagai pelanggan setia, Fara berharap XL terus meningkatkan kualitas jaringannya. "Semoga tambah sukses dan semoga jaringannya tambah diperluas," harapnya.

Baca Juga: Gus Qowim Ajak Perkuat Keluarga Sakinah, Kunci Generasi Sholeh di Era Digital

Ia juga mengaku menggunakan paket data XL sebesar 37GB setiap bulannya, namun jarang sampai habis.

"Satu bulannya saya biasanya pakai yang 37GB. Tapi itu tidak sampai habis," ujarnya.

Keberhasilan Fara Arsita dalam memanfaatkan TikTok sebagai platform untuk menghasilkan uang menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi peluang yang menjanjikan bagi siapa saja.

Dengan dukungan jaringan yang memadai seperti XL, para kreator konten dapat memaksimalkan potensi mereka dan meraih kesuksesan di era digital ini.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.