Rabu, 22 Jul 2026 03:01 WIB

Ketua DPRD Ponorogo Bakal Kawal 7 Tuntutan Mahasiswa untuk Pemerintah Pusat

Ketua DPRD Ponorogo bakal kawal 7 tuntutan ke Pemerintah Pusat. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Ketua DPRD Ponorogo bakal kawal 7 tuntutan ke Pemerintah Pusat. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendatangi Gedung DPRD Ponorogo, Kamis (4/9/2025). Mereka tidak menggelar aksi unjuk rasa di jalan, melainkan memilih menyampaikan aspirasi melalui audiensi bersama pimpinan dewan.

Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menyatakan pihaknya menerima tujuh tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Seluruh aspirasi itu akan diteruskan ke pemerintah pusat.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

“Ada tujuh tuntutan dari rekan-rekan mahasiswa. Semuanya akan kami kawal dan sampaikan ke pemerintah pusat,” ujar Dwi Agus Prayitno, akrab disapa Kang Wie.

Audiensi yang berlangsung di ruang paripurna DPRD Ponorogo tersebut juga dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadir Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, serta perwakilan dari Kodim 0802 Ponorogo.

Ketua DPRD menegaskan, keberadaan Forkopimda dalam forum dialog membuat komunikasi lebih jelas dan terbuka.

“Kami berterima kasih kepada Forkopimda yang berkenan hadir mendampingi audiensi ini,” imbuhnya.

Puluhan mahasiswa yang hadir mengenakan jas almamater masing-masing, biru untuk PMII dan merah untuk IMM. Mereka duduk bersama pimpinan dewan dan Forkopimda tanpa aksi turun ke jalan.

Ketua PMII Cabang Ponorogo, Azizah Intan Qurotunnisa, mengatakan bahwa langkah audiensi dipilih karena dianggap lebih efektif.

“Kami lebih memilih menyampaikan aspirasi lewat audiensi dibanding aksi unjuk rasa di jalan,” jelasnya.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Berikut tujuh poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa PMII dan IMM kepada DPRD Ponorogo untuk diteruskan ke pemerintah pusat:

1. Menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat dalam pengawalan aksi massa serta melakukan evaluasi terhadap oknum yang melanggar HAM.

2. Mengawal pembatalan kenaikan gaji dan tunjangan DPR yang dinilai tidak sesuai kondisi ekonomi rakyat serta mendesak audit independen terhadap anggaran dan fasilitas DPR.

3. Menarik kembali atau merevisi RKUHAP dengan melibatkan publik, akademisi, dan lembaga independen agar sesuai dengan prinsip keadilan dan demokrasi.

Baca Juga: Mahasiswa Tulungagung Gelar Aksi, Soroti Pemadaman Bergilir yang Dilakukan PLN

4. Menolak kebijakan pengambilalihan rekening pasif oleh pemerintah yang diatur PPATK.

5. Mendesak percepatan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset.

6. Melakukan evaluasi internal terhadap Polri terkait tindakan represif kepada masyarakat.

7. Menuntut pemerintahan yang demokratis tanpa intimidasi serta mewujudkan supremasi hukum yang transparan dan berkeadilan. (ADV)

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.