Selasa, 16 Jun 2026 04:35 WIB

Penjarahan dan Pengrusakan Museum di Kediri Dikecam Pecinta Sejarah dan Budaya

  • Penulis :
  • | Selasa, 02 Sep 2025 10:09 WIB
Foto: Petugas memeriksa kondisi koleksi museum Bagawanta Bari Kediri (Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Foto: Petugas memeriksa kondisi koleksi museum Bagawanta Bari Kediri (Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com-Aksi pengurusakan dan penjarahan yang terjadi di Museum Bagawanta Bhari milik Pemkab Kediri mencapat kecaman banyak pihak. Sejumlah komunitas pelestari budaya dan sejarah sangat menyayangkan kejadian ini.

Sejumlah koleksi museum tersebut hilang. Salah satunya artefak fragmen kepala Ganesha yang menjadi koleksi di museum ini. Pihak Pemkab sendiri berharap koleksi tersebut bisa dikembalikan ke museum.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Pendiri Balai Konservasi Artefak Desa (Bakonardes), Dani Satria mengecam aksi penjarahan dan pengrusakan museum ini. Pihaknya meminta artefak yang sudah dijarah dan diambil agar segera dikembalikan ke museum.

Dari catatan pemerintah daerah, setidaknya beberapa benda peninggalan berharga hilang dalam peristiwa tersebut. Koleksi yang lenyap di antaranya fragmen arca Kepala Ganesha, tiga wastra kain batik, plakat HVA Sidomulyo (2 buah), bata ber inskripsi dan arca Sumbercangkring. Hilangnya artefak bersejarah ini merupakan kerugian besar yang tidak bisa digantikan dengan uang.

“Setiap benda memiliki nilai sejarah yang penting untuk menjaga identitas bangsa. Merusaknya sama dengan menghapus memori kolektif kita,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Hal senada juga diungkapkan Paguyuban Belajar Seni Tosan Aji Nusantara. Ketua Paguyuban Belajar Seni Tosan Aji Nusantara, Agung Sedayu merasa prihatin dengan aksi tersebut. Pihaknya mendorong pemerintah untuk meningkatkan upaya konservasi, penyelamatan, perlindungan, serta pemeliharaan warisan sejarah dan budaya nusantara secara berkelanjutan.

"Kami meminta siapa saja yang mengambil artefak koleksi museum Bagawanta Bhari Kediri untuk segera mengembalikannya ke pihak museum," tuturnya.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Sementara itu Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana membuka layanan pengembalian barang-barang serta artefak yang dijarah pada insiden yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) malam. Layanan tersebut dibuka guna menekan besarnya kerugian yang terjadi akibat insiden penjarahan yang terjadi. Masyarakat yang mengambil maupun yang menemukan artefak diharapkan bersedia mengembalikan ke Pemkab.

“Kita buka layanan hotline mohon bantuannya kepada teman-teman media,” tutupnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.