Minggu, 21 Jun 2026 02:08 WIB

Detik-Detik Mencekam Evakuasi Korban Laka Maut Bojonegoro, 1 Tewas, 2 Terjebak

Tim SAR harus berhati-hati saat mengeluarkan korban yang dalam keadaan kritis. (Foto/Basarnas Surabaya)
Tim SAR harus berhati-hati saat mengeluarkan korban yang dalam keadaan kritis. (Foto/Basarnas Surabaya)

jatimnow.com – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (01/9/2025) sekitar pukul 11.40 WIB.

Sebuah mobil Panther yang membawa tiga penumpang mengalami kecelakaan tunggal setelah diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak pagar jembatan.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

Menurut Koordinator Unit Siaga SAR Bojonegoro, Nanang Pujo, dari keterangan saksi mata di lokasi kejadian, mobil Panther yang melaju dari arah Surabaya menuju Bojonegoro, mencoba menyalip kendaraan di depannya dari sisi kiri. Akibatnya, mobil tersebut kehilangan kendali dan menghantam pagar jembatan di sisi jalan.

"Kecelakaan terjadi begitu cepat. Mobil itu terlihat oleng sebelum akhirnya menabrak pagar jembatan," ujarnya.

Akibat benturan keras tersebut, seorang penumpang bernama Pedro (27) yang duduk di bangku belakang, terlempar keluar dari mobil melalui kaca depan. Ia ditemukan di pinggir sungai dalam kondisi selamat, namun mengalami luka di bagian kepala.

Sementara itu, pengemudi bernama Hartono (71) meninggal dunia di lokasi kejadian, dan penumpang di bangku depan, Indriati (57), terjepit di antara dashboard mobil.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Damkar, Kepolisian, dan warga sekitar segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.

Langkah pertama yang dilakukan adalah menstabilkan kendaraan dengan memasang sling winch yang ditautkan pada kendaraan Damkar. Selanjutnya, tim SAR berupaya membuka akses evakuasi melalui pintu kendaraan dengan menggunakan peralatan ekstrikasi.

"Posisi penumpang (Indriati) dalam keadaan terjepit sehingga memerlukan upaya ekstra untuk bisa mengeluarkan korban dari dalam kendaraan. Terlebih lagi, tim harus berhati-hati saat mengeluarkan korban yang dalam keadaan kritis," jelas Nanang Pujo.

Baca Juga: Pemotor Asal Trenggalek Tewas Usai Tabrak Bus di Tulungagung

Sebelum dievakuasi, Indriati mendapatkan penanganan pertama berupa pemberian oksigen karena kondisinya yang kritis. Pemasangan neck collar juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya cedera pada leher.

Setelah berhasil dievakuasi, kedua korban laka Bojonegoro langsung dilarikan ke RSUD Bojonegoro untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Dugaan sementara, peristiwa tragis ini disebabkan oleh kelalaian pengemudi yang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan kurang berhati-hati saat menyalip.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.