Sabtu, 20 Jun 2026 07:53 WIB

Orang Tua Pelaku Penjarahan Mulai Kembalikan Aset Pemkab Kediri

  • Penulis :
  • | Senin, 01 Sep 2025 17:10 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Orang tua pelaku penjarahan dalam aksi kerusuhan di kantor Pemerintahan Kabupaten Kediri, pada Sabtu (30/8/2025) malam lalu, mulai mengembalikan barang jarahan.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan mengapresiasi orang tua yang mengembalikan aset tersebut.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

"Kami apresiasi sekali kepada orang tua yang berani untuk menegur anaknya dan memberitahu kepada anaknya bahwa itu adalah hal yang salah mengambil apa yang bukan miliknya itu adalah kriminalisme," katanya usai rapat koordinasi bersama Forkopimda di Gedung Bagawanta Bhari Kediri, Senin (1/9/2025) sore.

Sejumlah aset yang mulai dikembalikan, lanjut Mas Dhito berupa tabung LPG, alat tulis kantor, dan lainnya. Sayangnya, tidak ada pengembalian barang-barang elektronik seperti laptop, TV dan lain-lainnya.

“Yang mahal-mahal belum dikembalikan,” kelakar Mas Dhito.

Sementara salah satu artefak Museum Bagawanta Bhari yang juga dijarah terdeteksi di Kecamatan Banyakan tapi masih belum dikembalikan.

"Sudah dapat di Banyakan bendanya, artefaknya di Banyakan tapi kita masih dalami. Semoga yang bersangkutan mau mengembalikan ya," jelasnya.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Soal jeratan hukum bagi penjarah meski benda curiannya dikembalikan, ia menyerahkan sepenuhnya ke polisi.

"Kalau jeratan hukum ranahnya di kepolisian. Saya tidak punya tupoksi untuk memberikan apakah ini dihukum atau tidak. Tapi yang jelas kami memberikan apresiasi kepada orang tuanya. Soal hukumannya seperti apa itu tetap kita kembalikan kepada polisi ya," ungkapnya.

Ia pun mengimbau, seluruh orang tua murid dan guru se-Kabupaten Kediri memastikan anak-anak atau murid-muridnya tidak terlibat kriminal, karena mayoritas pelaku penjarahan merupakan pelajar usia 14-17 tahun.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

"80 persen. Nah, ini tugasnya tidak bisa diselesaikan oleh Bupati, tidak bisa diselesaikan oleh Dandim, Kapolres. Ini kita akan memformulasikan bagaimana setiap orang tua bisa memastikan bahwa anak-anaknya itu tidak melakukan hal-hal yang sifatnya kriminal," tutupnya.

Sementara itu AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, bahwa pengembalian barang tidak akan menghapus pidana pencurian. Jika memang terbukti, pihaknya akan melakukan penangkapan dan penahanan.

"Pengembalian itu ranahnya Pemkab Kediri, kalau saya bukan mengimbau mengembalikan, terbukti langsung tangkap, tahan,” tegasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.