Minggu, 14 Jun 2026 10:56 WIB

Gedung Pemkab Kediri Dibakar Massa, Mas Dhito: Rasa Sesak di Dada itu Nyata

Penampakan gedung Pemkab Kediri pagi ini. (Foto: Mas Dhito/jatimnow.com)
Penampakan gedung Pemkab Kediri pagi ini. (Foto: Mas Dhito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pembakaran Gedung Pemerintah Kabupaten Kediri, oleh massa, pada Sabtu (30/8/2025) malam. Menurutnya, rasa sesak itu nyata dalam dadanya.

Gedung Pemerintahan Kabupaten Kediri di jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Ngasem itu hangus bersama Kantor DPRD Kabupaten Kediri. Barang-barang juga dijarah massa aksi yang beringas.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Melalui akun Instagram pribadinya, Mas Dhito mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, rasa sesak itu nyata di dadanya, hancur lebur bersama kantor tempatnya bekerja.

“Rasa sesak di dada itu nyata. Rasa hancur lebur bersama kantor itu bersatu. Tempat dimana kebijakan diambil dan diputuskan. Rumah bagi kami yang bertugas melayani masyarakat. Lekas pulih kabupaten ku,” tulis Mas Dhito, seperti dilihat jatimnow.com, pada Minggu (31/8/2025).

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Mas Dhito juga meminta maaf atas kesalahan dan kekhilafannya dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri. Serta berterimakasih atas perjuangan Damkar dan seluruh petugas keamanan.

“Maafkan kesalahan atau kekhilafan saya maupun jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri. Terimakash untuk petugas damkar dan seluruh pihak yang bertugas,” tambahnya.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

“GUSTI ALLAH MBOTEN SARE,” tutup Mas Dhito dalam pernyataannya.

Seperti diketahui, Pemkab Kediri dibakar massa pada aksi Sabtu (30/8/2025). Massa juga membakar kendaraan dan menjarah barang-barang elektronik di sana. Termasuk artefak Museum Bagawanta Bhari yang terletak di belakang gedung utama.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.