Minggu, 21 Jun 2026 03:16 WIB

DPR Picu Amarah Publik, Fasilitas Mewah di Tengah Krisis Ekonomi

Aksi demonstrasi pecah di Grahadi Surabaya. (Foto: Ridoi for JatimNow.com)
Aksi demonstrasi pecah di Grahadi Surabaya. (Foto: Ridoi for JatimNow.com)

jatimnow.com – Aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah menunjukkan adanya akumulasi kekecewaan di tengah masyarakat. Berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang terjadi belakangan ini menjadi pemicu utama gelombang protes tersebut.

Menurut Pakar Komunikasi jatim, Dr. Dra. Zulaikha, M.Si, aksi demonstrasi adalah bentuk akumulasi dari berbagai persoalan yang membuat masyarakat frustrasi.

Baca Juga: Kronologi Meninggalnya 1 Tahanan Politik di Rutan Medaeng Surabaya

"Saya bisa mengerti kalau masyarakat melakukan demo, karena ini adalah akumulasi dari berbagai persoalan yang membuat masyarakat frustrasi," ujarnya, Sabtu (30/8/2025).

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat merasa frustrasi, seperti kenaikan pajak, pernyataan pejabat yang kurang bijak, PHK massal, kenaikan harga, hingga pemblokiran rekening.

"Beberapa waktu belakangan kita lihat banyak sekali hal-hal yang menyedihkan, kenaikan pajak, pejabat yang ngomongnya tidak bijak, PHK dimana-mana, harga-harga naik, rekening diblokir dan sebagainya. Itu membuat masyarakat frustrasi," tambahnya.

Aksi demonstrasi menjadi cara bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhannya. Namun, respons aparat kepolisian dalam mengamankan aksi demonstrasi juga menjadi sorotan.

Zulaikha juga menyayangkan sikap arogan yang ditunjukkan oleh aparat kepolisian. "Sayangnya ketika demo dilakukan, polisi yang notabene seharusnya menjadi pengayom rakyat, malah juga bersikap arogan. Itu tentu menjadi pemicu lain. Ibarat api yang sedang berkobar disiram bensin," katanya.

Sikap arogan aparat kepolisian justru memperburuk situasi dan memicu kemarahan masyarakat.

Baca Juga: 1 Tahanan Politik Meninggal di Rutan Medaeng Surabaya

Zulaikha menilai bahwa amarah masyarakat tidak akan padam selama pemerintah belum menunjukkan upaya untuk menenteramkan situasi.

"Selama pemerintah belum memperlihatkan upaya menenteramkan seperti misal menindak tegas aparat yang sewenang-wenang, merubah kebijakan, amarah masyarakat belum bisa dipadamkan," tegasnya.

Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang menjadi penyebab utama kekecewaan masyarakat.

Baca Juga: Foto: Aksi Dramatis Korps Marinir Guncang Jakarta

Selain itu, aparat kepolisian juga diharapkan dapat bertindak lebih profesional dan mengayomi masyarakat dalam mengamankan aksi demonstrasi.

Sebagaimana diketahui, demo ricuh terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Demo Surabaya di Grahadi juga berakhir bentrok dengan aparat. Pos Polisi dibakar oleh masaa yang meluapkan amarahnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.