Rabu, 22 Jul 2026 15:07 WIB

ICMI: Pemerintah dan DPR Harus Buka Telinga dan Hati

Massa aksi membawa bendera one peace saat aksi yang berujung ricuh di depan Grahadi Surabaya. (Foto/JatimNow.com)
Massa aksi membawa bendera one peace saat aksi yang berujung ricuh di depan Grahadi Surabaya. (Foto/JatimNow.com)

jatimnow.com - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Timur (Orwil Jatim) menyampaikan keprihatinan mendalam terkait maraknya aksi demonstrasi yang menyuarakan aspirasi publik.

ICMI Jatim menegaskan pentingnya dialog dan kondusifitas dalam menyampaikan aspirasi.

Ketua ICMI Jawa Timur, Ulul Albab, menyatakan bahwa aspirasi publik adalah bagian sah dari demokrasi.

Baca Juga: Usung Empat Tuntutan, Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jember

"Aspirasi publik adalah napas demokrasi. Pemerintah dan DPR harus membuka telinga dan hati, jangan hanya semata menjaga formalitas. Jika suara rakyat diabaikan, maka akan lahir jurang ketidakpercayaan yang berbahaya bagi perjalanan bangsa," ujarnya dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (30/8/2025).

ICMI Jatim juga mengingatkan para pengunjuk rasa untuk menjaga aksi tetap damai dan konstitusional, serta menghindari tindakan demo anarkis.

"Suara yang disampaikan secara damai akan lebih nyaring dan jelas, bebas dari kemungkinan penumpang gelap yang ingin menunggangi gerakan rakyat. Jangan biarkan kekerasan merusak tujuan mulia perjuangan," tuturnya.

ICMI Jawa Timur juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Afan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban dalam demonstrasi di Jakarta.

Baca Juga: BEM SI Jatim Bakal Kepung Grahadi, Rakyat Surabaya Menggugat Hari Ini

"Kami turut berduka dan mendoakan semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarganya diberikan kesabaran dan ketabahan. Nyawa yang melayang jangan sampai sia-sia, harus menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga kemanusiaan di atas segala perbedaan pandangan politik," tegasnya.

ICMI Jawa Timur mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga suasana tetap kondusif, mengedepankan akal sehat, serta mencari solusi berkeadaban dalam menghadapi perbedaan pandangan.

"Bangsa besar ini hanya bisa kokoh jika kita menjadikan dialog, kesabaran, dan kearifan sebagai jalan utama. Jangan biarkan api emosi memadamkan cahaya kebersamaan," tutup Ulul Albab.

Baca Juga: KSPSI AGN Bawa Kabar Gembira, Ojol Kini Punya Payung Hukum Global

Sebagaimana diketahui, beberapa hari terakhir terjadi demo ricuh di sejumlah kota di Indonesia. Di Surabaya, massa aksi meluapkan amarah akibat ojol dibunuh Polisi, dengan merusak fasilitas di depan Gedung Negara Grahadi. Aksi terus berlanjut hingga tengah malam.  Pos polisi dibakar oleh massa aksi yang geram oleh tindakan aparat.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.