Minggu, 07 Jun 2026 12:43 WIB

HATMA: Program Kesehatan Holistik di PTP Nonpetikemas, Ini Detailnya!

PTP Nonpetikemas berharap program HATMA dapat menumbuhkan budaya hidup sehat di lingkungan kerja, sekaligus menekan risiko penyakit tidak menular di kalangan karyawan. (Foto/PTP Nonpetikemas)
PTP Nonpetikemas berharap program HATMA dapat menumbuhkan budaya hidup sehat di lingkungan kerja, sekaligus menekan risiko penyakit tidak menular di kalangan karyawan. (Foto/PTP Nonpetikemas)

jatimnow.com - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) mengambil langkah inovatif dengan meluncurkan program HATMA (seHAT bersaMA). Program ini dirancang untuk membangun budaya kerja yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan di lingkungan perusahaan.

Dengan tagline “Bangun Kebiasaan Sehat, Ciptakan Kinerja Hebat,” HATMA menargetkan peningkatan kualitas hidup karyawan melalui pendekatan holistik yang berfokus pada gizi, olahraga, dan kesehatan mental.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Tanjung Pandan Perkuat Distribusi Logistik Bangka Belitung

Program HATMA lahir dari ide inovatif yang digagas oleh karyawan PTP Nonpetikemas dan kemudian dikembangkan menjadi strategi pengelolaan SDM perusahaan.

Sebanyak 30 karyawan dari berbagai unit bisnis akan mengikuti pelatihan intensif selama enam bulan, didampingi oleh tenaga profesional di bidang kesehatan dan kebugaran.

Menurut Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, kesehatan fisik dan mental yang prima adalah fondasi utama untuk membentuk SDM unggul.

"Kami percaya bahwa penguatan kebugaran dan potensi karyawan melalui program HATMA akan memperkokoh daya saing PTP Nonpetikemas. Dengan SDM yang andal dan bugar, kami optimistis dapat terus memberikan layanan terbaik kepada pelanggan," ujarnya.

Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko, Bambang Sakti, menambahkan bahwa HATMA adalah langkah strategis dalam menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks.

"HATMA bukan sekadar pelatihan kebugaran, melainkan persiapan membangun SDM yang kompeten dan berdaya saing," katanya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, para peserta program HATMA akan mendapatkan paket pelatihan komprehensif yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental mereka secara menyeluruh. Paket ini meliputi serangkaian kegiatan yang saling mendukung, dimulai dengan konsultasi gizi intensif.

Melalui grup WhatsApp dan sesi tatap muka dengan ahli gizi, setiap peserta akan mendapatkan penyusunan meal plan yang dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing.

Selain itu, program ini juga menyediakan fasilitas olahraga rutin, di mana peserta akan berolahraga dua kali seminggu bersama pelatih pribadi di kantor, serta mendapatkan akses ke Mufit Gym satu kali seminggu.

Baca Juga: Green Port PTP Nonpetikemas Prioritaskan Kesehatan Pekerja

Tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, program HATMA juga memberikan dukungan yang signifikan terhadap kesehatan mental peserta.

Sesi konsultasi dengan psikolog, pelatihan ketahanan mental, dan praktik mindfulness akan diberikan secara berkala untuk menunjang kinerja harian dan kesejahteraan emosional.

Sebagai bagian dari evaluasi dan pemantauan perkembangan, pemeriksaan komposisi tubuh (Body Composition Measurement/BCM) akan dilakukan sebanyak tujuh kali selama program berlangsung.

Ellen Rumintang, inisiator Program HATMA sekaligus peserta PTP Inovasi 2024, mengungkapkan kebanggaannya melihat gagasannya dapat diimplementasikan menjadi program resmi perusahaan.

"Melihat inovasi ini berkembang menjadi program yang bermanfaat bagi banyak rekan kerja tentu sangat membanggakan," tuturnya.

Baca Juga: Digitalisasi Pelabuhan, Memutus Sumbatan Logistik Nonpetikemas

Sementara itu, Moh Faturrohim, salah satu peserta program HATMA, mengaku termotivasi untuk memperbaiki kebiasaan hidupnya.

"Saya ikut program HATMA karena sebelumnya kurang memiliki rutinitas olahraga dan tubuh saya butuh lebih banyak aktivitas fisik. Program ini membuat saya lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, mulai dari pola makan, gizi harian, olahraga rutin, hingga istirahat yang cukup. Saya juga belajar bagaimana menjaga tubuh tetap bugar dan ideal," ungkapnya.

Untuk memotivasi peserta, PTP Nonpetikemas menerapkan sistem leaderboard yang diperbarui setiap dua pekan. Peserta dengan progres terbaik akan memperoleh penghargaan khusus di akhir program.

PTP Nonpetikemas berharap program HATMA dapat menumbuhkan budaya hidup sehat di lingkungan kerja, sekaligus menekan risiko penyakit tidak menular di kalangan karyawan.

Dengan karyawan yang sehat dan produktif, perusahaan optimis dapat terus memberikan layanan terbaik dan berdaya saing di industri pelabuhan.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.