Sabtu, 20 Jun 2026 12:23 WIB

Bupati Trenggalek Ajak Warga Untuk Melestarikan Sumber Mata Air

  • Penulis :
  • | Selasa, 26 Agu 2025 07:41 WIB
Foto: Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat mengikuti Metri Bumi (Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)
Foto: Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat mengikuti Metri Bumi (Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)

jatimnow.com-Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin punya cara untuk menjaga sumber air di daerahnya. Dengan melakukan upacara adat Metri Bumi, Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini mengajak masyarakat menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan di mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Desa Masaran, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.

Tidak hanya merawat dan menjaga, Mas Ipin juga mengajak masyarakat ikut menanam pohon agar debit air dapat terjaga. Menurutnya bila pohon terjaga dan sumbernya bersih maka kehidupan akan terus terjaga. Menjaga mata air ini bisa menjadi kebiasaan baru di seluruh wilayah Trenggalek.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Alhamdulillah ini di desa Masaran. Jadi seperti tadi yang saya sampaikan metri bumi ini bagian dari kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek," ucapnya, Senin (25/8/2025)

Mas Ipin berharap tradisi ini bisa menjadi hal yang baru dan banyak dilakukan di desa lain. Tradisi tersebut harus menjadi kebiasaan baru di masyarakat yang patut di lestarikan.

"Seperti tadi yang saya sampaikan metri bumi ini bagian dari kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek," tuturnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Sementara itu Camat Bendungan Sujatmiko, mengapresiasi antusias masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini.

"Kami tadi kelapangan, ternyata betul-betul dilestarikan. Dengan adanya kegiatan ini, tentu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk betul-betul melestarikan dan merawat sumber-sember air dan pohon-pohon yang besar," jelasnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Tak hanya melakukan tradisi Metri Bumi, mereka juga menanam pohon aren di sekitar lokasi sumber. Warga juga akan memferivikasi pohon yang dibawahnya terdapat sumber air.

"Ini namanya papringan yang terdapat sumber air dan 3 pohon besar. Semuanya mengeluarkan air dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat, terbukti selang-selang air masih tertancap. Kemaraupun masih keluar airnya," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.