Minggu, 21 Jun 2026 02:43 WIB

ITS Ajak Masyarakat Donasi Rp 65 Ribu, Investasi Masa Depan Kampus dan Mahasiswa

Ketua Lembaga Pengelola Dana Abadi (LPDA) ITS, Eng Kriyo Sambodho, ketika menjelaskan tentang pemanfaatan Dana Abadi ITS. (Foto: Humas ITS for JatimNow.com)
Ketua Lembaga Pengelola Dana Abadi (LPDA) ITS, Eng Kriyo Sambodho, ketika menjelaskan tentang pemanfaatan Dana Abadi ITS. (Foto: Humas ITS for JatimNow.com)

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) punya cara unik untuk merayakan Dies Natalis ke-65.

Kampus Surabaya timur itu meluncurkan Gerakan Donasi Rp 65 ribu untuk Dana Abadi ITS, mengajak seluruh sivitas, alumni, hingga masyarakat umum untuk berdonasi sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan kampus. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen ITS menuju kemandirian finansial.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Ketua Lembaga Pengelola Dana Abadi (LPDA) ITS, Eng Kriyo Sambodho, yang akrab disapa Dhodot, menjelaskan bahwa program ini lahir sebagai respons atas status ITS sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH) sejak 2014. Status ini menuntut ITS untuk tidak lagi sepenuhnya bergantung pada dana pemerintah.

“Alternatif pendanaan seperti endowment fund atau dana abadi ini sangat penting demi keberlangsungan kampus kita,” tegas Dhodot.

Gerakan ini diluncurkan oleh Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati, pada perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.

Dhodot mengungkapkan bahwa Dana Abadi ITS telah berhasil menyalurkan bantuan bagi sivitas ITS berupa beasiswa, bantuan kompetisi, pembinaan start up, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Dana ini menjadi bukti nyata komitmen ITS dalam mewujudkan tridarma perguruan tinggi.

Dhodot menyebut, hingga saat ini Dana Abadi ITS telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 126 miliar. Dana ini hampir seluruhnya diinvestasikan melalui keuangan syariah negara lewat skema Cash Waqf Linked Sukuk di Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Investasi itu bertujuan untuk mempertahankan dana pokok, sementara hasil investasinya disalurkan sebagai bantuan.

“Dana Abadi ITS ini seperti tabungan masa depan untuk kampus dan mahasiswa,” jelas Dhodot.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik

Lebih detail, dosen Departemen Teknik Kelautan ITS ini menambahkan bahwa Dana Abadi ITS telah memberikan manfaat bagi 1.721 mahasiswa sejak 2021 dengan menyalurkan beasiswa mencapai angka Rp 10,6 miliar. Angka ini diharapkan terus bertambah seiring dengan meningkatnya partisipasi donasi dari berbagai pihak.

“Kami menghadirkan berbagai gerakan untuk mencapai tujuan tersebut. Setiap donasi, sekecil apapun, sangat berarti bagi kami,” ucapnya.

Program Gerakan Donasi Rp 65 ribu ini mengajak siapa pun untuk berkontribusi dalam memberikan manfaat bagi sivitas ITS.

LPDA ITS akan memanfaatkan momentum-momentum tertentu untuk menginisiasi gerakan serupa, dengan harapan dapat menggugah kesadaran lebih banyak pihak terkait manfaat Dana Abadi ITS.

Dhodot juga menegaskan bahwa transparansi adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan Dana Abadi ITS.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

Seluruh laporan keuangan terkait Dana Abadi ITS dapat diakses secara bebas melalui laman resmi danaabadi its. Selain itu, LPDA ITS juga secara berkala membagikan perkembangan donasi dana abadi melalui media sosial.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap donatur tahu ke mana uang mereka disalurkan dan bagaimana dampaknya bagi mahasiswa ITS,” tegas Dhodot.

Gerakan donasi ini sejalan dengan komitmen ITS dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 terkait pendidikan berkualitas.

Program ini mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di ITS dengan menyediakan beasiswa, bantuan kompetisi, dan riset bagi sivitas ITS, sehingga menciptakan kesempatan yang lebih besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.