Rabu, 17 Jun 2026 04:25 WIB

Kemenko PM dan BPJS Ketenagakerjaan Edukasi Jamsos Sejak Usia Dini

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, memberikan keterangan pers. (Foto/JatimNow.com)
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, memberikan keterangan pers. (Foto/JatimNow.com)

jatimnow.com - Pemerintah terus menggencarkan upaya peningkatan literasi jaminan sosial (Jamsos) di kalangan masyarakat, dimulai dari usia sekolah.

Grand Launching Penguatan Ekosistem Jaminan Sosial Melalui Pendidikan di Universitas Airlangga, Surabaya, menjadi momentum penting untuk menekankan urgensi pemahaman jaminan sosial demi mewujudkan kesejahteraan pekerja Indonesia secara komprehensif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan, pemerataan literasi jaminan sosial sangat krusial agar seluruh masyarakat Indonesia terlindungi dan tidak ada yang tertinggal.

"Sistem Jaminan Sosial Nasional kita terus berkembang, dan kita punya fondasi kuat untuk melanjutkannya agar lebih produktif. Tentu ada tantangan dan kelemahan yang harus diatasi. Kami berharap perguruan tinggi, akademisi, dan ilmuwan menjadi bagian dari ekosistem yang memperkuat perkembangan Jaminan Sosial Nasional," ujar Menko Muhaimin.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, perwakilan DJSN, kementerian/lembaga terkait, serta rektor dari berbagai universitas.

Penguatan literasi Jamsos ini sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2023 tentang Peta Jalan Jaminan Sosial Tahun 2023–2024. Perpres ini menjadi acuan strategis dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pengendalian penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Implementasi program edukasi dan literasi jaminan sosial dilakukan melalui pengembangan modul pendidikan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro menambahkan, bahwa jaminan sosial didasari prinsip gotong royong, di mana yang mampu membantu yang kurang mampu.

"BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan akan melibatkan seluruh pihak dalam memberikan perlindungan jaminan sosial, terutama karena kita akan menghadapi aging population," terangnya.

Baca Juga: 1.900 Petugas Sensus Ekonomi Surabaya Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Pramudya juga menekankan pentingnya edukasi jaminan sosial sejak dini. "Literasi Jaminan Sosial sangat penting bagi masyarakat Indonesia sejak usia dini. Dengan edukasi yang diberikan sejak sekolah dasar, diharapkan menjadi bekal saat mereka memasuki dunia kerja, sehingga mereka memahami pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," imbuhnya.

Sejak tahun 2024, sosialisasi Modul Muatan Jaminan Sosial telah menjangkau 11 wilayah di tingkat SMA/SMK/MA sederajat, dengan total 233 sekolah yang telah menerima literasi jaminan sosial.

Kesadaran akan pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan perlu ditanamkan sejak dini, agar masyarakat paham bahwa setiap pekerja, baik formal maupun informal, berhak mendapatkan perlindungan dari berbagai risiko pekerjaan.

Pramudya juga menyinggung Asta Cita Presiden Prabowo yang mengusung misi peningkatan lapangan kerja berkualitas dan perkuatan pembangunan SDM melalui implementasi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Program ini diharapkan menjadi jaring pengaman kesejahteraan dan menahan terjadinya kemiskinan baru, serta menjadi fondasi kuat ekonomi dan produktivitas menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

"Kami berterima kasih atas dukungan dan komitmen dari Kemenko PM, DJSN, BPJS Kesehatan, serta kementerian dan lembaga lainnya atas peningkatan literasi muatan Jaminan Sosial bagi seluruh masyarakat. Penguatan pemahaman Jaminan Sosial mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi ini diharapkan menjadi langkah awal pembentukan budaya sadar jaminan sosial di masyarakat sejak dini, khususnya perlindungan atas risiko kerja, sehingga Masyarakat Dapat Kerja Keras dan Bebas dari Cemas," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa, Adventus Edison Souhuwat, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program literasi jaminan sosial di wilayahnya. Ia meyakini, edukasi sejak dini akan mempercepat terbentuknya budaya sadar perlindungan ketenagakerjaan.

"Kami berkomitmen menjadikan literasi jaminan sosial sebagai bagian dari ekosistem pendidikan di Surabaya. Harapannya, generasi muda nantinya benar-benar paham bahwa setiap pekerja berhak atas perlindungan, agar masyarakat bisa lebih produktif, sejahtera, dan bebas dari rasa khawatir," tandasnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.