Selasa, 16 Jun 2026 22:04 WIB

Profesor ITS Ubah Limbah Jadi Adsorben, Solusi Pencemaran Air Ramah Lingkungan

Prof Yatim Lailun Ni'mah SSi MSi PhD ketika melakukan uji laboratorium untuk risetnya. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)
Prof Yatim Lailun Ni'mah SSi MSi PhD ketika melakukan uji laboratorium untuk risetnya. (Foto: Humas ITS for jatimnow.com)

jatimnow.com - Limbah masih jadi momok bagi lingkungan dan kesehatan di Indonesia. Guru Besar ITS, Prof. Yatim Lailun Ni’mah, hadirkan solusi inovatif, yakni pengolahan limbah jadi adsorben untuk atasi limbah berbahaya.

Dosen Kimia ITS ini menjelaskan bahwa limbah berbahaya seperti logam berat dan zat kimia industri mencemari perairan dan merusak ekosistem. "Pesatnya industri dan pertanian memperparah masalah ini," ujarnya.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Berbagai metode pengolahan limbah sudah ada, namun sering terkendala biaya dan dampak sampingan. Prof. Ni’mah meyakini perlunya solusi alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Profesor dari Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) ITS ini kembangkan pendekatan adsorpsi. Limbah diolah jadi material penyerap untuk tanggulangi limbah berbahaya.

"Pendekatan waste to resource penting agar limbah jadi aset," terangnya.

Limbah pertanian seperti sekam padi dan kulit manggis diolah jadi karbon aktif. Limbah padat industri seperti botol kaca dan abu terbang (fly ash) disintesis jadi silika gel.

"Adsorben ini serap kontaminan berbahaya seperti logam berat dan zat warna," papar Ni'mah.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik

Istri dari Agus Karyoso Cahyono ini terangkan bahwa adsorpsi efektif dan murah. Zat beracun dalam air limbah menempel pada adsorben, sehingga air jadi lebih bersih.

Material berpori seperti karbon aktif dan silika gel digunakan sebagai adsorben. Proses ini dapat berlangsung melalui interaksi fisik maupun ikatan kimia, sehingga fleksibel untuk berbagai kebutuhan.

Dalam risetnya, Prof Ni’mah berhasil sintesis silika gel dari limbah botol kaca dengan kemurnian 75,63%. Material ini efektif serap logam berat dengan efisiensi 99%! Pemanfaatan limbah organik juga turunkan konsentrasi polutan berbahaya lebih dari 90%.

Baca Juga: Mahasiswa Thailand Belajar SDGs dan Ekonomi Sirkular di Desa Suci Jember

"Solusi ini mudah diterapkan di berbagai skala, bahkan di daerah dengan infrastruktur terbatas," tambah Kepala Program Studi Sains Analitik dan Instrumentasi Kimia ITS ini.

Inovasi ini dukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin tentang air bersih dan sanitasi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

"Semoga pengelolaan limbah terus berkembang dan dipasarkan luas," harap ibu tiga anak ini.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.