Selasa, 23 Jun 2026 23:02 WIB

Rekonstruksi Pembunuhan Wanita Kediri di Blitar, Pelaku Peragakan 51 Adegan

Rekonstruksi pembunuhan wanita Kediri di Blitar. (Foto: Polres Kediri/jatimnow.com)
Rekonstruksi pembunuhan wanita Kediri di Blitar. (Foto: Polres Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polres Kediri menggelar rekontruksi pembunuhan wanita asal Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, bernama Dita Oktavia (20) yang mayatnya ditemukan di Blitar, pada 7 Juli 2025 lalu.

Dalam rekrontruksi tersebut pelaku M. Choirul Huda (26) memperagakan 51 adegan mulai dari awal mula pertemuan hingga akhir. Sejak pelaku menjemput korban di sebuah kafe di Kediri, perjalanan ke Nganjuk, hingga pertengkaran yang berujung pada kekerasan.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Bung Karno, Kapolri Listyo Sigit Serap Nilai Kepemimpinan Bangsa

Pelaku sempat membawa korban ke beberapa lokasi termasuk di rumah seorang saksi di Kediri, sebelum akhirnya kondisinya makin lemah. Pada adegan puncak, tersangka memperagakan bagaimana dirinya menjerat korban menggunakan hoodie yang dikenakan korban hingga tak bernyawa, lalu meninggalkannya di pinggir jalan.

Aiptu Bendik Irawan penyidik Polres Kediri menyampaikan bahwa korban ditemukan meninggal pada pukul 7 Juli 2025 sekitar pukul 06.00 WIB di pinggir Jalan Raya Dusun Popoh, Kecamatan Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Tersangka sempat melarikan diri ke Solo hingga akhirnya tertangkap dan dibawa ke Polres Blitar, sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Kediri.

“Di kantor polisi tersangka dilakukan interogasi dan mengakui perbuatannya. Selanjutnya tersangka M. Choirul Huda dibawa ke Polres Blitar yang kemudian diserahkan ke Polres Kediri," jelasnya, Selasa (19/8/2025).

Baca Juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Sutrisno mengatakan bahwa rekonstruksi ini menjadi bagian penting untuk mengungkap rangkaian perbuatan pidana yang dilakukan tersangka.

“Saya melihat ada tindak pidana yang dilakukan tersangka sejak awal kejadian sampai korban mengalami kematian, bahkan hingga tersangka meninggalkan korban dan melarikan diri dari Kediri,” ujar Sutrisno.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Menurutnya, hasil rekonstruksi hari ini telah sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat penyidik. Sutrisno juga mengatakan bahwa tersangka telah menyesali perbuatannya dan akan terus mendampingi sesuai prosedur yang ada.

"Kalau nanti berkas sudah dinyatakan lengkap (P21), tentu perkara ini akan segera kami hadapi di persidangan. Dari kuasa hukum, kami berusaha maksimal sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.