Minggu, 14 Jun 2026 00:20 WIB

Sejumlah Temuan DPRD Saat Sidak Proyek RPH Osowilangun Surabaya

DPRD Surabaya sidak proyek RPH Osowilangun (foto: Ni'am/jatimnow.com)
DPRD Surabaya sidak proyek RPH Osowilangun (foto: Ni'am/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi B DPRD Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) sapi di kawasan Osowilangun, Surabaya Barat, Selasa (5/8/2025). 

Proyek ini dirancang sebagai pengganti dua RPH lama di Pegirian dan Kedurus yang dinilai sudah tidak lagi representatif.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Isbugroho, menyampaikan bahwa pembangunan RPH baru merupakan bagian dari upaya modernisasi layanan pemotongan hewan di Kota Pahlawan. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu segera dibenahi.

"Fasilitas ini belum sepenuhnya siap. Handrail belum terpasang, finishing bangunan belum selesai, dan yang paling krusial adalah kapasitas kandang penampungan yang belum mencukupi,” ujar Fajar.

Fajar menjelaskan bahwa sesuai standar operasional prosedur (SOP), sapi harus diistirahatkan minimal 10 jam sebelum disembelih. 

Namun, kapasitas kandang saat ini hanya mampu menampung sekitar 200 ekor sapi, jauh dari kebutuhan ideal sebanyak 500 ekor—terdiri dari 300 sapi lokal dan 200 sapi impor.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

"Jika Pegirian langsung ditutup total dan semua dipindah ke sini, akan timbul masalah. Kami harap perpindahan dilakukan secara bertahap,” tambahnya.

Sementara Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Farizd Afif, menyoroti kondisi tanah lokasi pembangunan yang disebut sebagai bekas lahan sampah. Ia menyebut struktur tanah di Osowilangun menyerupai tanah gambut yang goyang dan rawan retak.

"Seharusnya sejak awal dilakukan pembersihan total. Retakan-retakan ini bisa menjadi masalah serius ke depan,” tegas Farizd.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Komisi B juga menekankan pentingnya penambahan kapasitas kandang agar proses pemotongan hewan sesuai SOP. Selain itu, sosialisasi kepada para jagal dinilai krusial, mengingat lokasi baru lebih jauh dari pusat kota.

"Kami paham ada kekhawatiran soal jarak dan transportasi. Tapi mereka harus diberi pemahaman bahwa fasilitas baru ini lebih modern dan menjanjikan,” ujar Afif.

Meski masih banyak catatan, Komisi B melihat potensi besar dari RPH Osowilangun. Farizd mendorong pengembangan lini usaha tambahan seperti penggemukan sapi, pengolahan limbah rumen, hingga produksi pupuk organik. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan kontribusi RPH sebagai perseroda terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.