Rabu, 17 Jun 2026 02:42 WIB

Hadapi Tantangan AI, Tips Desainer Grafis Bertahan dari Merry Wahono

Merry Wahono, seorang UX/UI Designer dan Product Designer yang berbasis di Surabaya. Foto: Ali Masduki/JatimNow.com
Merry Wahono, seorang UX/UI Designer dan Product Designer yang berbasis di Surabaya. Foto: Ali Masduki/JatimNow.com

jatimnow.com - Kecerdasan buatan (AI) tengah menjadi sorotan, khususnya dampaknya terhadap industri kreatif seperti desain grafis. Banyak desainer khawatir akan kehilangan pekerjaan karena otomatisasi.

Namun, Merry Wahono, seorang UX/UI dan Product Designer berpengalaman menawarkan pandangan berbeda. Alumni Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) ini membagikan tips menghadapi tantangan AI dan tetap relevan di industri desain.

Baca Juga: KKN Internasional, Mahasiswa UM Surabaya-Singapura Rancang Inovasi UMKM Pangan

"Benar, banyak PHK di bidang saya tahun ini," kata Merry disela-sela menjadi pemateri Design Thinking Workshop, di SMA Petra Acitya Christian Junior High School, Jln. Taman Asri Selatan No. 101, Pondok Tjandra Indah, Waru Sidoarjo, Senin (11/8/2025).

Design thinking mengulas pentingnya memahami kebutuhan dan pengalaman pengguna dalam proses perancangan produk.

Workshop yang diikuti 30 pesarta ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir kreatif, berkolaborasi dalam tim, dan menghasilkan solusi inovatif melalui tahapan yang terstruktur.

Terkait badai PHK akibat AI, desainer yang telah bekerja dengan berbagai perusahaan internasional, terutama dari Singapura itu mengakui bahwa dirinya juga pernah mengalami lay off.

"Tapi bukan berarti kiamat. Kuncinya adalah jangan terpaku dan terus belajar," tegasnya.

Merry melihat AI sebagai alat yang dapat meningkatkan efisiensi kerja. "Riset kompetitor yang dulu butuh sebulan, sekarang hanya seminggu berkat AI," ujarnya. AI juga mempercepat pengumpulan referensi dan riset.

Namun, Merry menegaskan bahwa AI bukan ancaman bagi desainer yang mau beradaptasi. AI hanya akan mematikan mereka yang menolak belajar.

"Industri teknologi selalu berubah. Setiap dua hingga empat tahun, muncul software baru. AI adalah software baru yang harus kita kuasai," ungkapnya.

Meskipun desainer grafis dan ilustrator paling terdampak, Merry tetap optimistis. Ia bilang, AI tidak ubahnya seperti kalkulator, atau alat bantu. Konsep dan eksekusi tetap dari manusia.

"Jangan takut. Ketakutan hanya akan membuat kita tertinggal," tuturnya.

Merry Wahono menjadi pemateri Design Thinking Workshop, di Petra Acitya Christian Junior High School, Senin (11/8/2025). Foto: Ali Masduki/JatimNow.comMerry Wahono menjadi pemateri Design Thinking Workshop, di Petra Acitya Christian Junior High School, Senin (11/8/2025). Foto: Ali Masduki/JatimNow.com

Mengenai pentingnya pendidikan formal di bidang desain di era AI, Merry tetap meyakini pentingnya pendidikan formal.

"Untuk membuat poster saja, kita perlu memahami proses pembuatannya dari awal hingga akhir," ujarnya.

Sekolah, kata dia, memberikan banyak informasi dan koneksi yang mungkin tidak bisa didapat di tempat lain.

"Guru-guru berperan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang memberikan ilmu dan koneksi berharga," ucapnya.

Merry memprediksi tren penggunaan AI akan terus berkembang dalam dua tahun ke depan. Di sisi lain, ia juga melihat munculnya persepsi berbeda terhadap karya AI di kalangan ilustrator.

"Mungkin akan ada stigma pada karya AI," katanya. Tapi, karya tradisional yang dibuat manusia tetap tak tergantikan.

Intinya, Merry melihat AI sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, bukan pengganti manusia. Untuk tetap kompetitif, desainer perlu beradaptasi, terus belajar, dan memanfaatkan pendidikan formal sebagai bekal.

 

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.