Rabu, 17 Jun 2026 11:45 WIB

Intiland Perkuat Struktur Keuangan, Rasio Utang Turun Signifikan

Intiland menjaga kepercayaan investor dan memastikan struktur keuangan perusahaan tetap solid dan adaptif terhadap perubahan pasar. Foto: Intiland for JatimNow.com
Intiland menjaga kepercayaan investor dan memastikan struktur keuangan perusahaan tetap solid dan adaptif terhadap perubahan pasar. Foto: Intiland for JatimNow.com

jatimnow.com - PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD), perusahaan pengembang properti terkemuka di Indonesia, mengumumkan keberhasilannya dalam memperkuat struktur keuangan melalui strategi deleveraging yang konsisten selama tiga tahun terakhir. Hal ini ditandai dengan penurunan signifikan rasio utang dan peningkatan profitabilitas perusahaan.

Direktur Utama Intiland, Archied Noto Pradono, menjelaskan bahwa strategi deleveraging merupakan prioritas utama perusahaan untuk meningkatkan efisiensi pembiayaan.

Baca Juga: Vorgant Interior Hadirkan Layanan Desain Terpadu di Surabaya

"Dengan strategi ini, kami memperkuat keuangan dan menciptakan ruang pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan," ujar Archied dalam keterangan tertulis, Jumat (08/8/2025).

Hingga 30 Juni 2025, total utang Intiland tercatat sebesar Rp4,38 triliun, turun Rp687 miliar (14%) dibandingkan posisi Desember 2022 (Rp5,06 triliun). Penurunan ini juga berdampak pada beban bunga yang turun sekitar 16,7�lam tiga tahun terakhir, dari Rp518,1 miliar pada 2022 menjadi Rp176,3 miliar pada Juni 2025.

Strategi deleveraging yang diterapkan Intiland meliputi pelunasan, pengurangan, dan refinancing utang berbunga tinggi, serta penjualan aset non-core.

"Fokus kami saat ini adalah menjalankan strategi deleveraging secara disiplin. Langkah ini akan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan beban bunga dan penguatan struktur permodalan," tambah Archied.

Baca Juga: Intiland Luncurkan Rumah Usaha Verge Space di Amesta Living Surabaya

Dampak positif dari strategi ini terlihat pada perbaikan rasio keuangan Intiland. Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) terus membaik, menunjukkan struktur finansial yang semakin sehat.

Pada 2022, DER mencapai 61,1%, turun menjadi 58,5% di 2023, 50,3% di 2024, dan 47% di semester I 2025.

Selain penurunan utang, Intiland juga mencatatkan peningkatan profitabilitas. Margin laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) meningkat dari 22% menjadi 28% di semester I 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Wilmer Sabet Superbrand 2026, Intip Rahasia Gembok Anti-Maling Terbaik

Archied menegaskan komitmen Intiland untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan struktur keuangan perusahaan tetap solid dan adaptif terhadap perubahan pasar.

"Struktur keuangan yang lebih sehat akan meningkatkan nilai tambah Perusahaan dan meningkatkan daya saing dalam industri properti nasional," tutupnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.