Minggu, 07 Jun 2026 19:53 WIB

Pemkot Malang dan Enesis Group Kerja Sama Basmi DBD

Peluncuran program CSR "Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat & Bebas DBD" di Kota Malang. Foto: Enesis for JatimNow.com
Peluncuran program CSR "Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat & Bebas DBD" di Kota Malang. Foto: Enesis for JatimNow.com

jatimnow.com - Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Malang yang masih tinggi mendorong kolaborasi strategis antara Enesis Group, Pemerintah Kota Malang, Dinas Kesehatan, dan TP PKK Provinsi Jawa Timur.

Program CSR "Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat & Bebas DBD" diluncurkan secara resmi di Ballroom Hotel Harris & Convention Malang, menargetkan lebih dari 47.000 warga di Kecamatan Sukun dan Blimbing – dua wilayah dengan angka kasus DBD tertinggi.

Baca Juga: Kota Kediri Dipilih Jadi Lokasi Perkemahan Wirakarya Jatim, 3 RTLH Bakal Direhab

Walikota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Enesis Group. "Hingga Mei 2025, Kota Malang mencatat 459 kasus DBD dengan 4 kematian, menurun dari 727 kasus di tahun 2024. Pencegahan melalui edukasi dan kolaborasi jauh lebih penting daripada pengobatan," tegasnya.

Ia berharap program ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya DBD. Data Kementerian Kesehatan hingga Juli 2025 menunjukkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan kasus DBD tertinggi kedua di Indonesia (13.836 kasus), menjadikan Malang sebagai kota prioritas intervensi.

CEO Enesis Group, Aryo Widiwardhono, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menggelorakan program sosial perusahaan.

"Enesis Group bukan hanya produsen, tapi juga agen perubahan sosial. Soffell sebagai lotion anti nyamuk adalah alat, edukasi dan perubahan perilaku adalah tujuannya. Ini soal kemanusiaan," ujarnya.

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar

Program tersebut memberdayakan 220 kader Jumantik untuk edukasi door-to-door tentang Gerakan 3M+ (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang, dan Mengoles lotion anti nyamuk).

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin, mengapresiasi pendekatan keluarga-sentris program ini. Kata dia, hal itu merupakan langkah nyata kolaboratif, dengan keluarga sebagai benteng pertama dan kader Jumantik sebagai ujung tombak.

"Program ini serius, disertai monitoring dan evaluasi, termasuk demonstrasi efektivitas produk," katanya. Ia berharap program ini menjadi awal perubahan besar menuju Kota Malang yang lebih sehat.

Baca Juga: Pedagang hingga Driver Ojol Malang Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Sementara Head of HR & Public Relations Enesis Group, RM Ardiantara, menambahkan bahwa program ini dirancang berdampak. Di wilayah lain, pendekatan ini meningkatkan Angka Bebas Jentik dari 95% menjadi 99%, dan menurunkan rumah positif jentik hingga 80%.

"Kami yakin Malang bisa meraih hasil serupa," tandasnya. Program akan berlangsung 30 hari, mulai 11 Agustus hingga awal September 2025.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.