Senin, 15 Jun 2026 23:41 WIB

Garut Siap Sambut ILF Expo 2025, Dorong Pertumbuhan Industri Kulit

ILF Expo 2025 akan digelar 14–16 Agustus di Garut. Foto: Krista Exhibitions for JatimNow.com
ILF Expo 2025 akan digelar 14–16 Agustus di Garut. Foto: Krista Exhibitions for JatimNow.com

jatimnow.com - Menyongsong lonjakan ekspor pada kuartal I 2025, Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025 akan digelar 14–16 Agustus di Garut.

Pameran edisi ke‑18 ini diharapkan menjadi platform utama bagi industri kulit, alas kaki, tekstil, dan pakaian jadi Indonesia untuk memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan inovasi produk, serta mengukuhkan posisi negara sebagai eksportir terdepan di dunia.

Baca Juga: Surabaya Industrial Labour Festival 2026 Dorong Lapangan Kerja dan Daya Saing SDM

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mencatat nilai ekspor alas kaki nasional mencapai US$ 1,89 miliar pada Januari‑Maret 2025, naik 13,8 perses dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pencapaian itu menempatkan Indonesia pada peringkat keenam eksportir alas kaki terbesar dengan pangsa pasar 3,99 persen secara global.

“Produk‑produk kami kini tidak hanya diterima, tetapi juga diakui secara global karena kualitas dan daya saingnya yang semakin kuat,” ujar Daud D. Salim, CEO Krista Exhibitions, saat konferensi pers ILF Expo 2025.

Pasar utama tetap didominasi Amerika Serikat untuk alas kaki dan pakaian jadi, sementara Eropa, terutama Jerman, Belanda, Belgia, menjadi tujuan utama produk kulit. Di Asia, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan tetap menjadi mitra strategis untuk tekstil dan pakaian jadi.

Pameran ini menampilkan lebih dari 280 peserta, termasuk 50 UMKM, dan mengundang pelaku industri dari 11 negara. Di antaranya China, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Swiss, Taiwan, Vietnam. Target kunjungan diproyeksikan mencapai 15.000 pengunjung, kombinasi pembeli, distributor, serta pengambil keputusan industri.

Produk yang dipamerkan meliputi sepatu fashion, boots, flat shoes, sandal. Kemudian produk kulit fashion, furnitur, aksesoris, kulit eksotik. Selanjutnya mesin‑mesin pengolahan bahan baku, tekstil, serta sneakers, dan layanan pendukung rantai pasok industri

Baca Juga: Sukses Digelar, Sing Out Loud 2025 Siap Hadir Lebih Spektakuler di Tahun 2026

Sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke‑80, ILF Expo 2025 menyuguhkan Kontes Busana Kebaya & Batik yang digelar berkolaborasi dengan PERWANTI, Krista Exhibitions, dan PSMTI, serta didukung oleh desainer Sekar Ayu Jiwanta.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, ILF Expo 2025 mempersembahkan Talk Show bertajuk “Merajut Kolaborasi Fashion dan Manufaktur: Masa Depan Industri Alas Kaki dan Kulit Indonesia.

Talk Show menghadirkan Ketua Umum Indonesia Fashion Chamber (IFC) & Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), Eddy Widjanarko, serta Bayu Wicaksono dari Kementerian Perdagangan.

ILF Expo 2025 juga menyajikan sesi Business Matching, serta Networking Dinner yang mempertemukan anggota asosiasi (APRISINDO, APRINDO, APPMI, APKI) dengan buyer domestik dan internasional.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Semarakkan HUT ke-80 RI Bersama Komunitas Ojol Surabaya

Acara ini didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta pemerintah daerah Kabupaten Garut pusat industri kulit nasional.

Dengan dukungan kuat antara pemerintah dan sektor swasta, ILF Expo 2025 bukan sekadar pameran, melainkan motor transformasi industri yang dapat memperluas jejaring global, meningkatkan nilai ekspor, dan menciptakan lapangan kerja baru.

“Kami berkomitmen menyediakan wadah strategis yang mempertemukan produsen, penyedia teknologi, hingga pembeli dari dalam dan luar negeri. Pameran ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga motor penggerak transformasi industri, memperluas jaringan global, dan membuka jalan menuju pertumbuhan berkelanjutan bagi para pelaku usaha nasional,” tegas Daud D. Salim.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.