Sabtu, 20 Jun 2026 07:21 WIB

Kementerian PPPA Kecam Bapak Cabuli Anak Disabilitas

  • Penulis :
  • | Sabtu, 17 Mar 2018 08:33 WIB
ilustrasi / Reiffia S Dwiyoto
ilustrasi / Reiffia S Dwiyoto

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

jatimnow.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) mengecam kejahatan yang dilakukan tersangka YH yang tega mencabuli anak kandungnya sendiri. Apalagi, anaknya mengalami disabilitas (keterbelakangan mental).
 
"Kami mengecam segala bentuk kekerasan pada anak. Apalagi pelaku merupakan orang tuanya sendiri yang merupakan ayah kandung korban," ujar Indra Gunawan, Asdep Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus Kementerian PPPA, Sabtu (17/3/2018).
 
Korban yang diketahui mengidap keterbelakangan mental kata Indra, biasanya juga tidak bisa membedakan atau menerima konsep-konsep atau hal-hal yang abstrak.
 
Misalnya memahami mana yang benar atau salah, kesopanan atau dosa, boleh atau tdak boleh dan sebagainya. Sehingga sudah seharusnya anak dengan disabilitas mendapatkan perlindungan secara khusus.
 
"Ketika anak dengan hambatan mental mengalami kekerasan atau pelecehan seksual, dia bisa jadi akan diam saja atau tidak melakukan penolakan dan perlawanan," jelasnya.
 
Unit I Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum menetapkan YH, warga Rungkut, Surabaya, sebagai tersangka kasus dugaan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak dibawah umur.
 
 
Tersangka berulang kali menyetubuhi anak kandungnya sendiri. Dengan akal licik, tersangka menghindari perbuatan bejatnya. 
 
Meski polisi menemukan bukti kuat, tersangka mengelak perbuatannya. Tersangka sebelumnya pernah melaporkan dan menuduh jika para guru, teman dan orang tua dari teman-temannya sang anak lah, yang justru menyetubuhi dan mencabuli anaknya.
 
Namun, dari hasil penyelidikan, penyidik curiga dan menilai ada kejanggalan terkait laporan yang dilayangkan ayah korban. Polisi pun akhirnya menetapkan ayah korban itu sebagai tersangka.
 
"Kami mengapresiasi kinerja kepolisian yang telah jeli mengungkap kasus ini," tuturnya.
 
"Perlunya kerjasama dengan lembaga-lembaga khusus menangani anak disabilitas untuk menindaklanjuti kasus, serta mengungkap isu lebih lanjut khususnya yang terkait dengan hambatan intelektual," jelasnya.
 
Reporter: Jajeli Rois
Editor: Erwin Yohanes
 
 
 
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.