Minggu, 07 Jun 2026 03:30 WIB

Nasib Terkatung-Katung, Guru P1 di Tulungagung Wadul ke DPRD

  • Penulis :
  • | Jumat, 01 Agu 2025 08:30 WIB
Foto: Pertemuan guru P1 di Tulungagung dengan Komisi A DPRD (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Pertemuan guru P1 di Tulungagung dengan Komisi A DPRD (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com,- Sejumlah guru kategori P1 (prioritas 1) di Kabupaten Tulungagung mengadukan nasibnya ke DPRD setempat. Guru P1 adalah mereka yang sudah ikut seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021 dan sudah lolos passing grade namun belum mendapat penempatan. Mereka mempertanyakan kejelasan nasibnya yang terkatung-katung. Padahal beberapa daerah telah menuntaskan permasalahan guru P1 ini. Perwakilan para guru P1 diterima Komisi A DPRD Tulungagung di ruang aspirasi, namun pertemuan berlangsung tertutup.

Koordinator P1 Kabupaten Tulungagung, Miftakhul Huda, mengatakan saat ini masih terdapat 183 P1 yang belum diangkat PPPK. Jumlah itu disebut sebagai yang terbanyak di Jawa Timur. Mereka mempertanyakan kejelasan kapan diangkat menjadi ASN penuh waktu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

“Jika tidak bisa semua penuh waktu, maka setengahnya paruh waktu dan setengahnya penuh. Tapi semua masih mengambang,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).

Menurutnya guru P1 seharusnya menjadi prioritas sebelum para guru R2 dan R3 menjadi PPPK. Sebelum mengadu ke DPRD, sebelumnya mereka telah bertemu Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo untuk membahas masalah ini. Bupati menjanjikan proses penyelesaian, namun perlu proses koordinasi dengan DPRD Tulungagung, Dinas Pendidikan dan BKPSDM.

“Menurut saya pribadi, ada permainan OPD di Tulungagung, antara BKPSDM dan Dinas Pendidikan,” tuturnya.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

Pada guru P1 di Kabupaten Tulungagung berasal dari sekolah swasta. Mereka menghadapi masalah, karena banyak yang terlanjur dikeluarkan dari sekolah tempatnya mengajar. Pihak yayasan mengira mereka sudah menjadi guru PPPK dan dipekerjakan di sekolah negeri. Huda merasa, para guru P1 ini sengaja coba dihilangkan karena berpotensi bisa menggantikan guru R3 di sekolah negeri.

“Guru P1 bisa mengganti guru pensiun, itu hanya wacana. Kembali ke sekolah swasta juga tidak kelas,” ungkapnya.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

Sementara Ketua Komisi A DPRD Tulungagung, Harinto Triyoso, tidak bisa berkomentar banyak mengenai tuntutan para guru P1. Pihaknya masih akan mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Menurutnya terdapat dua kendala yakni regulasi dan keuangan yang terbatas.

"Kita akan cari solusi ke tingkat provinsi dan kementerian bagaimana menyelesaikan masalah ini." pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Jember tidak lagi dipandang sekedar daerah rural yang identik dengan komoditas tembakau atau pusat edukasi regional. Namun, telah bertransformasi menjadi magnet investasi baru.