Kamis, 18 Jun 2026 17:53 WIB

Unusa, UNICEF dan Pemprov Jatim Sukseskan Fortifikasi Pangan

Peluncuran program Fortifikasi Pangan Berskala Besar (FPBB) di Hotel JW Marriott Surabaya. (Foto: Unusa for JatimNow.com)
Peluncuran program Fortifikasi Pangan Berskala Besar (FPBB) di Hotel JW Marriott Surabaya. (Foto: Unusa for JatimNow.com)

jatimnow.com - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), UNICEF, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) resmi meluncurkan Program Fortifikasi Pangan Berskala Besar (FPBB) di Hotel JW Marriott Surabaya.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat dengan menambahkan zat gizi penting ke dalam bahan makanan pokok seperti tepung terigu, minyak goreng, dan garam.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"Kita mengonsumsi nasi hampir setiap hari, namun gizinya terbatas," jelas Rektor Unusa, Prof. Achmad Jazidie. Ia menegaskan bahwa fortifikasi beras dengan vitamin dan mineral akan lebih mudah mencukupi kebutuhan gizi masyarakat secara merata.

Unusa telah bermitra dengan UNICEF sejak 2021 dalam mengatasi masalah kesehatan anak dan remaja di Jawa Timur.

"Unusa tidak hanya terlibat edukasi, tetapi juga penelitian, monitoring, evaluasi, dan peninjauan kebijakan terkait fortifikasi pangan," tambah Prof. Jazidie.

Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa, Arie Rukmantara, mengatakan bahwa FPBB sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 2 (Tanpa Kelaparan), 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), dan 17 (Kemitraan). Namun, Arie menekankan pentingnya kampanye publik yang masif.

Baca Juga: Keren! Tiga Mahasiswa KIP-K Unusa Raih Double Degree di Taiwan

"Penting mengedukasi masyarakat tentang pangan terfortifikasi," kata Arie. Kampanye kuat akan meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku.

Arie juga menyoroti efisiensi biaya fortifikasi beras, yang hanya membutuhkan tambahan sekitar Rp1.000 per kilogram, namun memberikan manfaat berlipat ganda dalam jangka panjang, termasuk menekan angka stunting.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung regulasi dan distribusi pangan terfortifikasi.

Baca Juga: AceKid Masuk Indonesia, Usung Susu Formula dari Susu Segar

"Fortifikasi beras akan jadi program prioritas ketahanan pangan Jatim," kata Adhy. "Ini investasi sosial strategis untuk kualitas SDM dan visi Indonesia Emas 2045," tambahnya.

Kolaborasi antara Unusa, UNICEF, dan Pemprov Jatim diharapkan mampu mengatasi kekurangan gizi mikro dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.